Dispendik Probolinggo Minta Kasek Cek Gedung Sekolah

374
SDN Gentong Kota Pasuruan. Foto: dokumen [ilustrasi]

Probolinggo (wartabromo.com) – Kasus ambruknya ruang kelas SDN Gentong Kota Pasuruan menjadi atensi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Pasalnya kasus ambruknya gedung SDN dengan konstruksi galvalum juga pernah terjadi.

“Kita sudah bikin surat untuk mengantisipasi hal itu, kondisi atap dicek. Termasuk untuk mengantisipasi banjir,” ujar Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina pada Kamis, 7 November 2019.

Surat edaran kepada kepala sekolah itu, berisi perintah untuk memeriksa kondisi gedung yang dipimpin. Apakah ada kelainan, semisal atap melengkung atau plafon runtuh. Termasuk membersihkan saluran drainase. Serta kondisi pohon-pohon di sekitar gedung sekolah, seyogyanya segera dipotong.

Dewi mengatakan sejak 2019 ini, rehab gedung sekolah atau ruang kelas sudah tidak menggunakan material galvalum. Termasuk pembangunan gedung atau ruang kelaa baru. Material konstruksi atap menggunakan kayu, bukan galvalum.

“Kalau sekarang pakai kayu,” katanya.
Perubahan material itu, diduga ada kaitannya dengan kejadian ambruknya beberapa sekolah di Kabupaten Probolinggo.

Dalam catatan wartabromo.com, setidaknya ada 4 gedung yang memakai galvalum ambruk sejak 2015. Yakni di SDN Jangur, Kecamatan Sumberasih; SDN Tamansari, Kecamatan Kraksaan; SDN Penambangan, Kecamatan Pajarakan; dan SDN Palang Besi 2, Kecamatan Lumbang. Gedung-gedung itu ambruk meski terbilang relatif baru direnovasi pada 2012.

Dewi mengakui perubahan material bangunan dipengaruhi beberapa peristiwa sebelumnya. “Iya itu. Kan memang kalau galvalum dikasi genteng kan berat, apalagi pas musim hujan,” kata mantan Kepala Bappeda tersebut. (cho/saw)