Tangisan dan Keluh Kesah Kepala Sekolah SDN Gentong ke Nadiem

2001
“Kami yang terakhir, kami yang terakhir, jangan sampai kejadian ini terjadi di sekolah lain. Ini kami semua masih trauma.”

Laporan : Maya Rahma

TRAUMA tak hanya dirasakan oleh korban yang secara langsung tertimpa atap ambruk. Namun juga dewan guru hingga Kepala Sekolah.

Endang Ganefa Listiyowati, Kepala Sekolah SDN Gentong Kota Pasuruan akhirnya angkat bicara.

Kemarin saat bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Endang terlihat menangis. Ia tak kuasa menahan air mata saat menceritakan peristiwa ambruknya ruang kelas yang merenggut korban jiwa.

Nadiem saat itu sempat mengusap punggung Endang untuk menenangkan. Kesedihan Endang dengan cepat menular ke Nadiem. Meski Menteri muda ini terlihat masih mampu menahan air mata.

“Sekian detik seperti ada suara gemuruh, bruhhhh.. saya takut,” ujar Endang kepada Nadiem kemarin.

Kepsek ini kemudian mengungkapkan keluh kesahnya terkait peristiwa ini.

“Harapannya bangunan sekolah supaya harus di cek lagi semuanya. Tidak hanya SDN Gentong,” pintanya, Jumat (8/11/2019).

Dengan mata berkaca-kaca, Endang berharap supaya kejadian ini tak terulang kembali di lain tempat. Terutama di sekolah.

“Kami yang terakhir, kami yang terakhir, jangan sampai kejadian ini terjadi di sekolah lain. Ini kami semua masih trauma,” keluhnya.

Perempuan berhijab ini selanjutnya membeberkan terkait rencanan pembangunan gedung baru yang dirancang Nadiem.

“Ya ini maunya pak Menteri mau diberi bangunan baru.Tapi karena 2019 ini waktunya mepet, nggak bisa selesai dalam waktu dekat. Jadi nunggu 2020,” jelasnya.

Sementara untuk rencana jangka pendek, siswa-siswinya sementara akan pindah tempat belajar. Wakil Wali Kota Pasuruan telah melakukan peninjauan ke Madrasah Diniyah Al-Islamiyah sebagai lokasi sementara.

“Katanya semuanya mau dipindahkan. Ini nanti belum tau keputusannya pak Teno,” pungkas Endang. (*)