Pemasangan Gas Gratis, Bayarnya Praktis

525
Alif Pramudya, Sales Representatif Jargas Area Pas-Prob.

Pasuruan (Wartabromo.com) – “Apa program ini gratis sama kompornya?” Pertanyaan ini dilontarkan Arifin, warga RT 05 Kelurahan Purutrejo Kota Pasuruan.

Arifin dan ratusan warga lainnya saat itu sedang mengikuti sosialisasi Rencana Pemasangan dan Pemanfaatan Jaringan Gas di Kota Pasuruan tahun 2020. Sosialisasi dipusatkan di Gradika Bhakti Praja, Selasa (12/11) lalu.

Salah satu warga saat bertanya seputar jaringan gas rumah tangga.

Beberapa pertanyaan lain juga dilontarkan warga lainnya. Misalnya disuarakan Selamet, warga RT 06 Bugul Kidul, Kota Pasuruan. “Harga saat ini sekitar Rp 4.250/M3, berapa lama harga ini tetap bertahan. Dan apa ada abonemennya jika gas itu tidak terpakai?”

Semua pertanyaan dari warga itu dijawab cukup lugas oleh Hamalsyahan dan Alif Pramudya. Hamal-panggilan Hamalsyahan sebagai strategic stakeholder management PT PGN. Sedangkan Alif sebagai sales represetatif Jargas area Pasuruan-Probolinggo.

Sosialisasi gas kepada ratusan warga kota.

Keran bertanya dari warga atau pelanggan gas saat itu memang dibuka lebar. Hal ini agar sosialisasi mudah dipahami warga dan pada gilirannya saat rekonstruksi proyek jargas bisa berjalan dengan baik.

“Untuk program ini kita harapkan gratis sama kompornya. Kecuali ada kebijakan lain dari pusat. Doakan saja ya Pak,” ucap Hamalsyahan. Jawaban ini mendapat tepuk tangan dari seluruh yang hadir.

Kemudian soal harga, Hamal menyerahkan sepenuhnya kebijakan harga kepada kementerian ESDM, khususnya dirjen hulu dan migas. Jika ada perubahan harga, pihak PGN memastikan akan cepat memberikan informasinya.

“Untuk pemakaian minimal 4 meter/kubik. Kalau dinominalkan sekitar Rp 17.000, Pak. Dan nanti Bapak/Ibu pasti akan bisa menghitung sendiri berapa kapasitas pemakaian. Berapa yang harus dibayar,” tegasnya.

Untuk informasi, tagihan gas dapat diperoleh selambat-lambatnya tanggal 5 setiap bulannya melalui PGN contact center atau media komunikasi lain seperti SMS ke nomor HP yang terdaftar maupun aplikasi PGN Mobile.

Kemudian pembayaran tagihan gas harus diterima PGN paling lambat tanggal 20 tiap bulannya, bisa melalui Bank mandiri, BTN, BCA, BNI, BRI, Alfamart, Indomaret, Alfamidi, kantor pos, tokopedia, Go Pay, Dan-Dan, dan Link Aja.

“Bagaimana kalau tidak membayar sampai beberapa bulan?” sahut Andri, warga Jl Sunan Ampel.

Untuk hal ini, Hamal menjawab, jika PGN juga punya prosedur dan aturan main. Pihaknya masih memberikan toleransi, jika pelanggan merasa lupa.

Dalam satu bulan, pihaknya akan memberitahukan kepada pelanggan terkait untuk segera melakukan pembayaran. Namun, jika pada bulan kedua masih belum bayar, maka pihaknya memberikan peringatan untuk melakukan pemutusan pada bulan ketiga.

Konsekuensinya pihak PGN akan tetap melakukan penagihan. Dan sambungan instalasi berukit meterannya akan diambil. “Nah, jika pelanggan tersebut akan meminta kembali untuk pemasangan baru, maka program gratis tidak berlaku lagi. Akan dikenakan tarif pemasangan sebesar Rp 1,8 juta,” tegasnya.

Alif lebih banyak membicarakan teknis. Termasuk menjawab pertanyaan dari M Idris, warga Wirogunan. Idris saat itu menanyakan soal penggunaan jaringan gas yang permanen, apakah bisa dipulihkan lagi seperti semula.

Alif menegaskan jika timnya akan berusaha semakismal mungkin untuk mengembalikan struktur tanah yang sempat digali ke posisi semula.
Alif juga merasa berterima kasih kepada warga Pasuruan dan Probolinggo atas kerjasama yang baik selama ini.

Jika mungkin ada pelayanan yang kurang memuaskan, bisa langsung Call Center 1500.645 dan www.pgn.co.id. (day/**)