Selain Menipu, QNet Dicurigai Gelapkan Pajak

447

Lumajang (WartaBromo.com) – Polres Lumajang kembali mengungkap satu per satu data kejahatan yang dilakukan PT QN Internasional (QNet). Selain diduga melakukan penipuan, perusahaan ini juga menggelapkan pajak.

AKBP Arsal Sahban, Kapolres Lumajang mengatakan, QNet membuat sistem keuangan khusus. Hal ini dilakukan untuk menyembunyikan transaksi keuangan dan menghindari pajak.

“Perusahaan QNet Limited yang merupakan sister company dari Qi Ltd (perusahaan induk) menciptakan sistem Electronic Card. E-Card adalah sistem uang electronic yang dikeluarkan QNet untuk transaksi keuangan,” jelas Arsal.

Nah, hasil komisi member QNet ini diberikan dalam bentuk e-Card, dan bisa digunakan untuk membeli produk di store QNet. Produk itu yang biasanya diperjual belikan ke calon membernya. Otomatis dalam penerapannya, tidak ada potongan pajak dalam sistem ini.

“Komisi yang dibayarkan oleh perusahaan QNet kepada pada membernya tidak ada pemotongan pajak penghasilan, demikian pula dengan penjualan tidak ada unsur pajak penjualan,” lanjutnya

Penerapan sistem ini semakin membuat proses transaksi penjualan tidak terlihat. Karena pembelian dilakukan melalui para leader dengan aturan main tertentu.

“Jadi uang yang dari member ke rekening penampungan tidak akan masuk ke rekening perusahaan QNet Limited ataupun ke rekening PT QNII di Indonesia. Tapi uang diambil langsung oleh leader yang memiliki E Card sebagai pengganti komisi yang didapat,” tambah Arsal.

Hal inilah yang kemudian ditelusuri oleh Polres Lumajang dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Pelaku money laundering selalu menyembunyikan asal usul transaksi keuangannya sekaligus menghindari pajak. Mereka menciptakan sistem yang sedemikian rupa untuk menghindari terlacak oleh pajak dan PPATK,” lanjutnya.

Sebagai informasi, ada beberapa perusahaan yang bertugas menampung dana member baru dari PT QNet ini. Mereka adalah PT Wira Muda Mandiri, PT Amoeba Internasional, PT Galaxi, PT A-Team, dan masih banyak lagi.

“Sebagian besar dibawah kendali PT Amoeba Internasional. PT Amoeba sendiri merupakan mitra usaha/support system dari PT QNII,” tutup Arsal. (may/ono)