Wanita Asal Pakuniran Curi Uang Santri Ponpes Bahrul Ulum

7436

Probolinggo (wartabromo.com) – Wanita asal Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo harus berurusan dengan pihak keamanan Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Desa Besuk Kidul, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, wanita muda itu kedapatan mencuri uang santri putri pada Sabtu (23/11/2019).

Kasus pencurian itu, dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Besuk Kidul, Fathur Rozi. Menurutnya Jumaati (25), pelaku masuk ke asrama putri yang berada di barat jalan raya Besuk-Bago itu, sekitar pukul 08.30 WIB.

Ia lantas berpura-pura hendak menjenguk keluarganya yang mondok. Saat itu asrama tengah sepi, karena banyak santriwati yang berangkat sekolah.

“Adanya maling diketahui oleh salah santri, saat mau berangkat ke sekolah. Pelaku sudah berhasil mengambil uang total sekitar satu juta setengah. Kemudian diamankan oleh pihak pesantren,” kata pria yang akrab dipanggil Tenggi Hur itu.

Pihak pesantren kemudian menghubungi pemerintah desa (pemdes) setempat, untuk melaporkan peristiwa itu. Selanjutnya, Tenggi Hur menghubungi Ponco Pramudiyo selaku Pj. Kades Pakuniran.

Mereka kemudian bermusyawarah bersama keluarga Jumaati.

“Dalam perundingan itu, pihak pesantren dan keluarga pelaku, sepakat menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Tidak membawa pelaku ke pihak kepolisian dengan syarat, uang santri yang pernah dicuri itu harus diganti,” terangnya.

Kesepakatan itu, dibenarkan oleh Pj. Kades Pakuniran, Ponco Pramudiyo. Pihak pesantren, meminta pelaku mengganti uang yang dicuri sebelumnya.

Karena berdasarkan keterangan, Jumaati diketahui sudah beberapa kali mencuri di pesantren yang didirikan oleh KH. Anwar Abdul Karim Zamany itu.

“Sudah ada kesepakatan, dalam perjanjiannya itu semua uang santri yang dicuri akan diganti pada hari Senin depan. Unformasi pihak Pesantren, dia nyuri sudah lebih satu kali,” ungkap Ponco. (cho/saw)