Tak Tuntas Rp7 M, Pemkot Ajukan Lagi Seragam Sekolah Senilai Rp10 M

592
Raharto Teno Prasetyo, Wakil Wali Kota Pasuruan.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemkot Pasuruan gagal berikan bahan kain seragam untuk siswa SD-SMP tahun ini. Rencananya, pengadaan itu bakal diajukan kembali pada tahun anggaran 2020.

Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo sebelumnya menjelaskan, bantuan seragam untuk siswa SD-SMP itu terkendala, setelah tak terdapat penyedia yang miliki kualifikasi persyaratan.

Langkah retender sedianya sempat diancangnya. Namun, karena keterbatasan waktu, tender ulang pengadaan bahan kain seragam sekolah tak diputuskan.

“Kita berharap, penyediaan kain yang berkualitas,” kata Teno soal kualifikasi penyedia.

Ia pun sampaikan penyesalan dan menegaskan bakal ajukan kembali rencana pengadaan kain seragam itu pada 2020 nanti. Hanya saja, pengajuannya tidak pada APBD induk, melainkan P-APBD.

Sebelumnya Pemkot anggarkan Rp7,2 miliar untuk kain seragam gratis diperuntukkan 20 ribu-21 ribu siswa SD-SMP tahun ini. Nah, pada pertengahan 2020, pihaknya bakal ajukan nilai lebih besar mencapai lebih Rp10 miliar.

“Perkiraan nilainya nanti Rp10 miliar,” terang Teno.

Dijelaskannya, pagu anggaran tersebut meningkat, karena jumlah siswa yang bakal menerima bahan kain setagam bertambah menjadi 28 ribu lebih.

Tambahan itu, setelah Pemkot mencatat siswa madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTs), masuk bagian yang mendapatkan bantuan kain seragam.

Tentunya, menurut Teno, MI dan MTs yang nanti memperoleh bantuan bahan seragam, secara kelembagaan telah terdaftar atau telah ada pengakuan pemerintah.

Membengkaknya nilai pengadaan bahan kain seragam sekolah dianggapnya wajar, bahkan politisi PDI Perjuangan itu yakin bakal mendapatkan dukungan dari DPRD Kota Pasuruan.

“Saya mohon dukungan semua fraksi di gedung utara (dewan), untuk bisa saling bersinergi dalam hal kesejahteraan masyarakat, yang sifatnya langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tandasnya.

Sekadar diketahui, bahan seragam yang akan diberikan itu meliputi putih merah untuk SD, serta putih biru untuk SMP, selain juga seragam pramuka. Dimungkinkan, penyediaannya terdapat sedikit perbedaan dengan sekolah umum, karena harus mencukupi kebutuhan untuk siswa MI dan MTs seluruh Kota Pasuruan. (ono/ono)