Ini Dia Perusahaan yang Cabut dari Pasuruan imbas UMK yang Terlalu Tinggi

14068
Ilustrasi. Perusahaan di kawasan PIER.

Pasuruan (WartaBromo.com)- UMK (Upah Minimum Kabupaten) Pasuruan yang tinggi dinilai memberatkan kinerja perusahaan. Beberapa di antaranya memutuskan hengkang ke daerah lain yang UMK-nya lebih rendah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Pasuruan Hendro mengakui hal itu. “Rata-rata yang padat karya,” katanya, melalui sambungan telepon terkait perusahaan yang merelokasi pabriknya itu, Jumat (29/11/2019).

WartaBromo.com mencoba mencari tahu beberapa perusahaan yang dimaksud itu. Dan hasilnya, salah satu perusahaan tersebut merupakan penghasil sarung.

Bagyo, humas perusahaan dimaksud tak mengelak kabar tersebut. Namun, ia menolak nama perusahaannya disebutkan. “Sementara baru sebagian,” jelasnya melalui percakapan WhatsApp.

Ia mengatakan, UMK Kabupaten Pasuruan yang kelewat tinggi menjadi salah satu alasannya. Selain membuat kinerja perusahaan semakin berat, juga membuatnya sulit bersaing dengan kompetitor.

“Tahun depan sudah Rp 4 juta lebih. Sementara kompetitor kami banyak yang di daerah dengan UMK Rp 2 juta,” terangnya. Alasan itu yang membuatnya berpaling ke daerah lain. Yakni Pekalongan.

Selain pabrikan sarung, satu perusahaan yang bersiap merelokasi pabriknya adalah produsen sepatu. Saat ini, perusahaan yang memiliki ribuan karyawan itu bahkan disebutkan telah menyiapkan lokasi baru di Caruban, Madiun. (trn/asd)