Bikin Perkara, Pemilik Akun ini Unggah Foto Gus Muwafiq yang Tertempel Hidung Babi

19653

Bangil (WartaBromo.com) – Seorang pemuda mengunggah foto KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) hasil editan ke media sosial miliknya. Perkara serius muncul, lantaran foto wajah kiai panutan NU itu diedit dengan ditempeli gambar mirip hidung babi.

Unggahan foto provokatif dan terkesan menghina tersebut, dijumpai pada dinding media sosial (Medsos) Facebook dengan nama akun Yunus Bin Sholeh.

“Kami mengetahuinya kemarin (Selasa, 3 Desember),” ucap Hariyono, mewakili Banser NU Bangil, Rabu (4/12/2019) malam.

Hariyono menjelaskan, sebelumnya penelusuran dilakukan, sampai kemudian Banser Bangil mengantongi identitas diri si pemilik akun pengunggah foto Gus Muwafiq editan itu. Diungkapkan, bila pemilik akun Yunus Bin Sholeh selama ini dikenal sebagai salah satu anggota FPI.

Foto pemilik akun Facebook Yunus Bin Sholeh. (Insert: Foto Gus Muwafiq editan)

Setelah memastikan identitasnya, Banser Bangil mencoba mendapatkan penjelasan terkait alasan foto kiai asal Yogyakarta itu diedit dengan rupa tak pantas dan mengunggahnya di Medsos.

Selanjutnya, langkah tabayun coba dilakukan. Banser bersepakat mengundang si pemilik akun Yunus Bin Sholeh, sekaligus seorang ustaz, pemuka Ormas yang juga diyakini sebagai penyelia si pengunggah foto editan.

Cara dan upaya itu dilakukan dengan memilih tempat sebuah rumah milik seorang tokoh agama di wilayah Bangil. Tentunya, melibatkan pihak-pihak yang disebutkan sebelumnya, selain juga petugas kepolisian tak ketinggalan.

Hanya saja ikhtiar mediasi dan dialog itu tak mendapatkan hasil sebagaimana diharapkan. Menurut Hariyono, si pengunggah foto tak pantas tersebut, malah enggan memberikan penjelasan, lebih-lebih pernyataan penyesalan.

“Ternyata yang bersangkutan itu masih keberatan beritikad baik. Kami tetap menunggu sampai saat ini itikad baiknya,” kata Hariyono.

Ditegaskannya, yang bersangkutan sudah jelas-jelas mencaci maki kiai NU, malah pada satu titik sempat mengungkapkan pernyataan berupa tantangan ke Banser.

Padahal, secara visual dapat dibuktikan, pemuda dimaksud, diucapkan Hariyono, telah menunjukan sikap penghinaan kepada Gus Muwafiq.

‘Masa pantas ini, kiai disepertikan babi. Kami tidak terima dengan perlakuan yang bersangkutan. Jelas-jelas menghina kiai kami,” tandasnya.

Beberapa anggota Banser NU Bangil sempat menyebutkan, bila aksi tak patut tersebut tak ada keterkaitan dengan organisasi kemasyarakatan yang dinaungi.

Ia bersama anggota Banser lainnya, mengaku masih mencoba menahan diri.

Hanya saja, bila dalam waktu dekat pemuda pemilik akun Yunus Bin Sholeh, mengabaikan itikad menyelesaikan secara baik-baik, maka langkah hukum bakal ditempuhnya.

“Toh memang yang bersangkutan tidak beritikad baik, mungkin melanjutkan proses ini, proses hukum,” tegas Hariyono. (ono/ono)