Rehab SDN Trajeng 2 Amburadul, Kuda-kuda dari Kayu Bekas dan Retak-retak

521

Pasuruan (WartaBromo.com) – Proses rehabilitasi ruang belajar SDN Trajeng 2 Kota Pasuruan jadi sorotan. Pengerjaan proyek diduga asal-asalan hingga dianggap berpotensi bahaya, bilamana dilanjutkan.

Tudingan itu disampaikan oleh Alimuddin, ketua lembaga Gempar, kepada WartaBromo, Jumat (6/12/2019).

Dijelaskan oleh Alimuddin, pekerjaan asal-asalan bangunan sekolahan itu diketahui dari aduan warga. Ia kemudian memutuskan mencoba melakukan pembuktian ke lokasi.

Dari serangkaian upaya, pada Selasa (3/12/2019) kemarin, sejumlah foto akhirnya didapatkan. Benar saja, pada satu titik pemasangan atap, pria yang berdomisili tak jauh dari SDN Trajeng 2 itu menjumpai bahan tak sesuai spesifikasi.

Selain itu terlihat jelas, kayu penyangga utama pada atap gedung sekolah itu, dibiarkan terpasang dengan kondisi pecah-pecah. “Masa kuda-kudanya gitu?!” ucap Alimuddin keheranan, sambil menunjukkan foto kayu bekas dan retak.

Secara keseluruhan, rangkaian pemasangan rangka atap itu dinilainya amburadul. Belum lagi soal penggunaan kayu kuda-kuda, yang disebutnya kemungkinan materialnya harus dari galvalum.

Untuk mendapatkan kejelasan itu, pihaknya pada Rabu (4/12/2019) mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. Upaya ini ditegaskannya agar pengerjaan proyek bangunan sekolah itu, tidak berujung fatal, karena ditilik dari segi pemasangan dinilai berbahaya.

“Kami ditemui Plt Kabag, terus dipertemukan juga dengan kepala sekolah,” terang Alimuddin terkait permintaan penjelasan proyek SDN Trajeng 2.

Hanya saja, pertemuan itu disebutnya tak cukup memberikan penyelesaian. Pasalnya, ia merasa sikap dan tanggapan dinas bersama-sama dengan pihak sekolah waktu itu terkesan biasa-biasa saja.

“Lha katanya barang (material) yang tidak tepat nanti bisa diganti. Nggak bisa seperti itu. Ini harus ada tindak lanjut,” tandasnya.

WartaBromo kemudian mencari jawaban dari Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. Namun, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Siti Zuniati, tidak ada di kantornya.

“Tidak tahu, dari tadi beliau tidak ada di sini,” ujar salah satu staf.

Ketika mencoba mengonfirmasi pejabat bidang pendidikan dasar maupun pejabat lain jawaban yang sama juga didapatkan.

Sekadar catatan, rehabilitasi SDN Trajeng 2 ini sedianya diperuntukkan pada 4 ruang kelas. Sumbernya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019.

Dengan nilai sebanyak Rp312,75 juta, proyek swakelola ini dijadwalkan selama 60 hari, yang berakhir pada 24 Desember 2019 nanti. (tof/ono)