Busa Limbah di Pantai Bohay Disebut Tak Berbahaya

306

Probolinggo (wartabromo.com) – Pihak PJB UP JOM mengakui buih limbah di Pantai Bohay, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo berasal dari disabilitas produksi. Namun, limbah tersebut dipastikan tidak berbahaya, ramah lingkungan.

Pernyataan itu dikatakan oleh Suyanto, Manajer Pemeliharaan PJB UP JOM operator PLTU unit 9. “Kemarin kita ada injeksi dioxide pengganti dari pengganti klorin. Itu sebenarnya produk ramah lingkungan. Cuma kemarin, kita dapat informasi kalau itu berbuih, harusnya tidak berbuih,” terangnya kepada wartabromo.com melalui sambungan selularnya, Sabtu (7/12/2019) siang.

Dioxide itu, menurut Suyanto dipakai untuk memurnikan air yang masuk ke sistem pendingin pembangkit. Sebab, PLTU memerlukan air yang benar-benar murni.

Kandungan mineral hingga ion dalam air harus dipisahkan (deionized) sebagai bahan baku produksi steam (kukus). Air yang dipakai itu, lantas dibuang ke perairan Selat Madura melalui outlet kanal.

“Itu fungsi agar biota-biota laut agar tidak menutup sistem pendingin pembangkit. Dari tunel ke tunel kemudian dibuang ke laut. Jadi bakteri-bakteri itu tidak menggangu yang di laut, bukan sebagai pemusnah,” lanjutnya.

Senyawa kimia itu, merupakan produksi sebuah perusahaan di Amerika Serikat dam berstandar internasional. Dipasok oleh salah satu yang berlokasi di Surabaya.

“Kita Sudah menghubungi pemasoknya, kenapa bisa berbuih seperti itu. Karena biasanya tidak. Meski itu tidak berbahaya, tapi kita perlu klarifikasi juga toh,” tandas Suyanto.

Pencemaran lingkungan itu, rencananya akan dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) oleh pengelola wisata Pantai Bohay.

“Ini baru pertama kali terjadi di sini. Rencananya kami akan mendatangi DLH pada Senin nanti. Kami berharap pengawasan terhadap limbah di PLTU Paiton diperketat lagi,” kata Anton Marsono, pengelola sekaligus ketua Binor Green Community (BGC).

Buih atau busa mencemari perairan Pantai Bohay Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Busa berwarna putih coklat itu, memenuhi permukaan air. Mirip kapas, namun cukup tebal, sekitar 10-15 sentimeter.

Saat angin bertiup, busa tersebut terbang terbawa angin. Berbau amis dan dikeluhkan oleh pengunjung. (saw/saw)