Aksi Protes Pilkades di Kejapanan Tak Temukan Solusi

400

Gempol (WartaBromo.com) – Warga Kejapanan, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan lurug balai desa protes terkait Pilkades 2019. Upaya mediasi kemudian dilakukan, namun tak menemukan solusi.

Unjuk rasa yang berlangsung pada Senin (09/12/209) menuding Pilkades yang digelar pada 23 November lalu curang. Warga pun protes dengan hal ini.

Massa kemudian ditemui oleh panitia Pilkades setempat. Proses mediasi dilakukan sebagai upaya menyelesaikan perkara ini.

Upaya tersebut melibatkan perwakilan warga, panitia pilkades dan muspika setempat. Tak hanya itu, pertemuan ini juga dihadiri Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan.

Warga menuntut untuk lakukan pemilihan ulang karena panitia dinilai telah melakukan pengglembungan ribuan surat suara.

“Apalagi dalam berita acara, tidak semua saksi bubuhkan tanda tangannya,” ujar Anshori, warga Kejapanan.

Namun, hal itu di bantah oleh Faisal Ghufron, Ketua Panitia Pilkades Kejapanan. Ia mengatakan jika terjadi human error saat pelaksanaan Pilkades ini. Panitia kata Faisal telah melakukan penelusuran untuk hal ini.

“Waktu data masuk, laporan dari masing-masing TPS itu ada kesalahan. Misal 1000 ditulis 2000,” bantah Faisal.

Sementara itu, Abu Bakar, Anggota Dewan Komisi 1 Kabupaten Pasuruan mengatakan, upaya mediasi dengan dua belah pihak telah dilakukan. Namun sampai siang, belum ada solusi terkait permasalahan ini.

“Ini belum ada titik temu, nanti kita akan lakukan mediasi ulang minggu depan di gedung dewan,” kata Abu.

Rencananya pada Senin depan, bakal ada pertemuan lanjutan untuk mencari solusi pada polemik Pilkades di Kejapanan. Mediasi bakal dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. (trn/may)