Soal BUMDes, Gus Irsyad Singgung Komitmen Pemerintah Desa

727
Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 171 desa di Kabupaten Pasuruan belum miliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Komitmen pemerintah desa coba digugah untuk segera membangun hingga fokus mengelolanya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengakui BUMDes satu bagian penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan, dikatakannya, sudah cukup diupayakan. Tapi dalam prosesnya, acapkali beragam potensi ekonomi yang dimiliki suatu desa tak mampu dieksplorasi.

“Kita ajak untuk menganalisa potensi desanya,” kata Irsyad di Pendapa Kabupaten Pasuruan, kemarin.

Bekal analisis terkait potensi yang dimiliki merupakan hal penting, agar pemerintah desa bersama seluruh komponen masyarakat, menurutnya memiliki bekal meningkatkan inovasi dan kreasinya.

Dicontohkannya, bila mungkin suatu desa memiliki potensi alam, bisa sangat mungkin diarahkan pada dibangunnya desa wisata. Tak tertutup kemungkinan potensi lain bisa dikembangkan dan dikelola.

Fokus pengelolaannya, menurut Irsyad tentu saja berlanjut melalui badan usaha milik desa. Sehingga secara bertahap diperoleh manfaat keekonomian, menambah pendapatan desa, yang ujungnya adalah untuk kesejahteraan bersama.

Hanya saja, meski konsepsi telah disodorkan, ternyata tak mudah mengaplikasikannya. Faktanya, motivasi dan komitmen desa, disebutnya masih jadi problem.

Hal ini ditegaskan cukup mendasar, karena tanpa landasan komitmen, ikhtiar mengembangkan potensi desa bakal tersendat atau malah tak terjamah.

“Saya ajak, mendorong pemerintah desa, kepada kepala desa baru yang akan dilantik ini untuk implementasikan visi misi membangun desa,” tandasnya.

Singgungan Gus Irsyad -panggilan karib bupati- tersebut selaras dengan penilaian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan.

“Para kepala desa juga belum peka untuk menangkap peluang potensi desa,” kata Munif Triatmoko, Kabid Bina PPDK DPMD.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan, mencoba meyakinkan memberikan perhatian sepenuhnya untuk pengembangan BUMDes.

Diketahui, hingga akhir tahun 2019 ini, masih dari 341 desa di Kabupaten Pasuruan, ada 171 desa belum memiliki BUMdes. Beberapa di antaranya telah memiliki BUMDes, tapi kondisinya mati suri, lantaran tak terurus.

“Tahun depan targetnya 100 desa sudah memiliki BUMDes,” kata Munif soal rancangan pengembangan potensi desa melalui BUMDes.

Sekadar informasi, Presiden  Widodo (Jokowi) ungkap ada 2.188 BUMDes tak beroperasi. Meskipun beroperasi, dari catatannya, sebanyak 1.670 BUMDes, justru tidak memberi tambahan pendapatan desa.

Secara keseluruhan ada 45.549 BUMDes di Indonesia, sehingga jika dicatat dalam persentase, diketahui 4,8 persen BUMDes tidak berjalan dan 3,6 persen BUMDes tak berikan kontribusi pendapatan desa. (ono/ono)