Bayi Juga Bisa Keputihan, Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya

1664

Pasuruan (Wartabromo.com) – Bagi wanita dewasa, keputihan merupakan hal lumrah. Tapi ternyata, bayi baru lahir juga bisa keputihan.

Mengutip beberapa sumber, keputihan dapat terjadi pada setiap perempuan dan tak kenal usia. Secara medis, kondisi ini berlangsung beberapa hari setelah bayi lahir ke dunia.

Keputihan pada bayi disebabkan oleh tingginya tingkat hormon ibu saat hamil. Hormon kehamilan dari ibu dapat menembus plasenta dan masuk ke tubuh bayi. Hal inilah yang memicu keluarnya cairan putih atau yang biasa disebut keputihan.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (Perdoski), menyebutkan, vagina yang kurang bersih, dapat membuat bayi rentan mengalami keputihan. Penggunaan popok sekali pakai dalam durasi lama juga dapat menimbulkan jamur penyebab keputihan.

Selain popok, pemberian bedak tabur pada area kelamin juga berisiko lho. Pasalnya, area tersebut sudah lembab, apabila diberi bedak, justru membuatnya kotor.

Kondisi itu membuat kuman semakin mudah masuk sehingga menyebabkan infeksi. Biasanya, cairan keputihan pada bayi sangat kental. Warnanya putih keabu-abuan. Ada juga yang berwarna agak kuning dan disertai bercak darah.

Tapi, jangan khawatir berlebihan ya. Kondisi tersebut normal dan tak berbahaya kok bagi buah hati.

Meski begitu, keputihan dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut ini:

1. Memastikan kondisi area vagina bayi tetap lembab alami;
2. Membersihkan area kelamin menggunakan kapas basah, jangan tisu basah ketika membersihkan area vagina. Jangan lupa, apabila membersihkan dimulai dari bagian depan ke belakang;
3. Membilas vagina si kecil dengan air hangat secara perlahan, sepanjang lipatan organ vital.
4. Membersihkan area anus dengan teliti untuk memperkecil kemungkinan sisa kotoran masuk ke vagina bayi;
5. Mengganti popok bayi secara rutin setiap 3 sampai 4 jam, untuk menjaga kelembapan;
6. Hindari pemberian bedak pada area kelamin anak.

Ketika semua langkah diatas dilakukan, namun bayi masih mengalami keputihan berulang, bunda perlu mewaspadainya.

Perhatikan cairan keputihan. Apabila terlalu banyak dan warnanya berubah dan berbau, bunda perlu mendatangi dokter untuk memeriksakan kondisi buah hati, agar mendapat penanganan. (bel/may)