Begini Alasan Jumat Kliwon Dianggap Keramat

1555

Pasuruan (Wartabromo.com) – Apa yang ada dibenak bolo warmo jika mendengar kata malam Jumat Kliwon? Pasti berbagai ekspresi yang menunjukkan keramat, menakutkan, angker dan hawa mistis yang terlintas.

Kepercayaan turun temurun sejam zaman dulu itu hanya berkembang secara liar dan tak ada cerita pasti awal mula mengapa malam Jumat Kliwon merupakan malam keramat. Meski begitu, ada beberapa alasan yang dijadikan dasar, mengapa malam Jumat Kliwon keramat.

Berikut ulasannya!

Mengutip IDNtimes, masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta sangat erat kaitannya dengan kepercayaan mitos satu ini. Masyarakat dahulu mengenal tradisi puasa 40 hari. Puasa tersebut puncaknya terjadi pada Jumat Kliwon. Aneka sesajen disiapkan di berbagai titik yang dianggap sakral.

Kini, mereka hanya puasa 3 hari pada Rabu Wage, Kamis Pon dan puncaknnya Jumat Kliwon. Puasa di 3 hari tersebut dianggap telah mewakili 40 hari.

Nah, dalam budaya Eropa, Jumat berkaitan dengan angka 13. Pasalnya, pada hari Jumat tanggal 13, meninggalkan banyak luka dan kesialan.

Salah satu contoh peristiwanya yakni pada 13 September 1940, tepatnya pada masa Hitler, Nazi berhasil meledakkan lima bom dalam Buckingham Palace, Inggris. Kemudian, pada September 2013 silam, film Friday the 13th dijadwalkan tayang di berbagai bioskop. Di luar dugaan, terjadi masalah dan kerugian yang terjadi selama hari-hari.

Nah, mitos itupun dikaitkan dengan kepercayaan yang berkembang di tanah air yang menyebut Jumat Kliwon keramat. Terlebih media massa kala itu seakan membenarkan mitos yang berkembang.

Dunia industri televisi atau layar lebar seperti “Malam Jumat Kliwon” pada 1986 yang dibintangi aktris ‘horor’ legendaris Suzana. Tontonan tersebut tak ayal semakin memeperkuat kepercayaan masyarakat adanya hal mistis pada Jumat Kliwon.

Tak sampai disitu, cerita dari mulut ke mulut orang yang pernah mengalami kisah horor saat Jumat Kliwon juga sangat berpengaruh. Tidak mengherankan jika mitos tersebut semakin mudah tersebar.

Apapun alasannya, kembali ke keyakinan masing” ya. Mau percaya atau tidak. Jangan sampai ada perpecahan diantara kita, hanya karena mitos.

Jadi, bolo percaya atau tidak dengan mitos Jumat Kliwon? (bel/may)