Dewan Desak Dispendik Cek Seluruh Sekolah

760

Pajarakan (wartabromo.com) – Kondisi SDN Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran dan TK Pertiwi Kotaanyar, mendapat sorotan dari pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo. Dewan pun mendesak Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat, mendata seluruh gedung sekolah agar tidak sampai ambruk dan ada korban jiwa.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim mengatakan pimpinan dewan bersama Komisi D akan memanggil Dispendik. Tujuannya untuk meminta data sekolah di seluruh Kabupaten Probolinggo. Kemudian memetakan sekolah yang kurang layak agar segera diperbaiki atau rehabilitasi.

“Bahwa Diknas (Dispendik, red) itu, harus melakukan investigasi terhadap sekolah-sekolah yang tidak layak. Tidak layak itu, dalam artian tidak sampai jatuh duluan. Jangan sampai ambruk, apalagi menimpa siswa dan guru, ada korban jiwa,” kata Lukman kepada wartabromo.com, Kamis, 9 Januari 2020.

Dewan dan Dispendik, menurut Lukman, sebenarnya sudah ada data terkait sekolah yang tidak layak. Namun, mengingat saat ini musim hujan dan angin kencang, maka data itu perlu diperbaharui.

“Sudah ada, kita pertajam lagi. Mengingat cuaca yang tidak bersahabat lagi,” kata politisi dari PKB itu.

Lukman juga mendesak Dispendik agar segera melakukan rehabilitasi di SDN Gunggungan Lor. Agar siswanya tidak terlalu lama belajar di tenda darurat yang didirikan oleh BPBD setempat. Kelamaan belajar di dalam tenda akan mempengaruhi psikologis siswa dalam menerima materi ajar yang disampaikan oleh guru.

“Secepatnya kita ditindaklanjuti bersama. Dinas harus bergerak cepat dan menganalisa agar tidak terjadi lagi,” tandas pria asal Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan itu.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bangunan SDN Gunggungan Lor berpotensi ambruk. Sebagian genteng dan plafonnya sudah ambrol. BPBD kemudian mendirikan tenda darurat agar siswa dapat belajar. Serta meminimalisir adanya korban jiwa, jika sewaktu-waktu ambruk.

Awal tahun ini, juga ada kejadian ambruknya atap ruang kelas TK Pertiwi di Desa/Kecamatan Kotaanyar. Ambruk setelah diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang. (saw/saw)