Manfaat Daun Kelor, Mulai dari Kesehatan sampai Peluntur Susuk

952

Pasuruan (Wartabromo.com) – Dunia tak selebar daun kelor, menjadi salah satu pepatah paling populer dan sering digunakan. Siapa sangka, daun kelor yang kecil itu menyimpan sederet fakta menarik.

Mengutip detik, tanaman yang berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan ini banyak tumbuh di Indonesia. Mayoritas orang menanam kelor di halaman dengan alasan pertumbuhannya yang cepat, umurnya panjang, dan tahan kondisi panas esktrem.

Umumnya, daun kelor dimasak menjadi sayur bening, ditemani sambal, dan lauk pendamping. Nah, dibalik kenikmatan kelor, tersimpan fakta yang menarik untuk disimak.

Yuk simak penjelasannya!

1. Memiliki segudang nutrisiĀ 

Tiap cangkir atau setara dengan 21 gram daun kelor mengandung protein 2 gram, vitamin B6 19% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG), vitamin C 12% dari AKG, Vitamin A 9% dari AKG, dan magnesium 8% dari AKG.

Tak sampai disitu, kelor juga kaya antioksidan yang membantu turunkan tekanan darah. Sementara asam klorogenik bisa menstabilkan kadar gula darah usai makan.

Bahkan, kelor dapat mengurangi inflamasi (peradangan). Pasalnya, ada kandungan isothiocyanates dalam daun kelor. Kelor juga dapat menurunkan kolesterol setara dengan oat dan almond.

Banyak juga ya manfaatnya.

2. Dapat diolah berbagai macam menu

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, kelor kebanyakan hanya dimasak sebagai sayur bening pengganti bayam. Bumbunya sederhana. Hanya butuh kunci, bawang merah, bawang putih, dan daun salam, sayur kelor siap untuk dinikmati.

Ternyata, kini banyak olahan yang menggunakan daun kelor. Antara lain tumisan kelor, kelor didadar bersama telur, dibuat menjadi bakwan, nasi kelor hingga jadi adonan bolu. Ada juga yang menyajikannya sebagai salad sayuran yang sehat dan segar, campuran jus atau smoothies sayuran.

Hmm, bacanya jangan sambil ngiler ya.

3. Laku diekspor

Kandungan nutrisi yang berlimpah dan dapat disajikan menjadi beberapa olahan, membuat kelor populer. Daun kelor banyak dilirik negara-negara Asia, seperti Korea Selatan hingga Taiwan.

Negara-negara tersebut memanfaatkan daun kelor sebagai obat herbal atau sebagai teh. Berdasarkan catatan, selama kurun waktu 1 Januari hingga 15 Maret 2019 lalu, Jawa Timur telah mengekspor sekitar 50,885 ton daun kelor ke berbagai negara Asia. Harga jualnya 2,8 Dollar AS atau sekitar Rp. 39.200/kg saat itu.

4. Dianggap peluntur jimat dan susuk

Kalau fakta yang satu ini, sedikit melenceng. Orang Indonesia pasti tak asing dengan kepercayaan yang menyebutkan kelor mampu merontokkan ilmu atau susuk yang dimiliki jenazah semasa hidup.

Faktanya, ketika membicarakan kelor di Indonesia, sering dikaitkan dengan hal mistis. Itu lantaran kelor dianggap mampu mengusir setan hingga melunturkan susuk. (bel/may)