Belajar di Tenda, Siswa SDN Gunggungan Lor Terganggu Nyamuk dan Kegerahan

324

Pakuniran (wartabromo.com) – Sudah sepekan lamanya siswa SDN Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo belajar di tenda darurat. Kondisi itu, membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa tidak optimal, gerah hingga terganggu gigitan nyamuk.

Sejak Rabu, 8 Januari 2020 lalu, KBM di sekolah tersebut berpindah ke tenda darurat yang didirikan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo. Ada 3 tenda digunakan untuk 5 kelas. Maklum siswanya sedikit, keseluruhan siswa hanya 24 orang.

Belajar di tenda, berada di alam terbuka terbuka ternyata membuat siswa tidak betah. Ketika hujan, suara air yang jatuh di atas tenda, sangat berisik. Penerangan sangat minim.

Sementara ketika panas sangat terik, maka siswa harus menggunakan buku sebagai kipas. Karena kelembabannya sangat minim.
Tak hanya cuaca, nyamuk juga mengganggu siswa. Menggigit tubuh mereka saat asyik belajar.

“Kepanasan, selain itu banyak nyamuk. Pengennya segera direnovasi agar segera pindah ke kelas yang baru,” kata Ubaidillah, siswa kelas V.

Kondiai yang tidak ideal itu, jelas membuat siswa tidak optimal dalam menyerap pelajaran. Siswa tidak fokus menerima materi ajar dari guru.
Selain gerah, siswa juga rentan terkena serangan penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk.

“Kurang efektif, karena anak-anak merasa kepanasan tiap hari. Kalau pagi banyak nyamuk yang bersarang di tenda, soalnya kalau sore hari hujan turun. Kalau pagi siswa gepak-gepuk karena digigit nyamuk. Kalau siang kayak ini, kepanasan dan kipas-kipas pake buku,” ujar Ifa Masruroh, salah satu guru.

SDN Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo mendapat bantuan rehabilitasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

Secara keseluruhan, ada 19 sekolah negeri di Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan berupa program paket rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana (sarpras) sekolah. Namun, belum diketahui kapan rehabilitasi itu dilaksanakan. (saw/saw)