Mom, Cegah Stunting dengan Lakukan Hal Ini Yukk…

589
Seorang bocah sedang meminum es teh di tengah sawah di Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Minggu, (29/12/2019) siang. Ia capek setelah membatu orangtua panen padi. Foto : Akhmad Romadoni

Pasuruan (wartabromo) – Sebanyak 23,12 persen balita di Kota Pasuruan mengalami stunting. Perkembangan bayi sejak di kandungan hingga lahir, menjadi atensi untuk pencegahan stunting.

Shierly Marlena, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menjelaskan, ada beberapa persiapan yang harus dipersiapkan wanita saat menjalani program hamil. Langkah ini penting untuk mencegah stunting.

“Langkah awal adalah pemberian bimbingan pada calon pengantin tentang gizi saat program hamil maupun saat sudah melahirkan,” ujar Shierly Marlena, saat di temui wartabromo di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

Diungkap Shierly, ada masa yang dinamakan 1000 hari kehidupan. Masa tersebut terjadi mulai 12-14 minggu kehamilan, hingga 2 tahun usia balita.

“Orangtua harus lebih memperhatikan perkembangan anak di 1000 hari kehidupan,” lanjut Shierly.

Hal yang jadi perhatian lebih yakni perkembangan otak dan badan balita. Cara yang bisa dilakukan yakni mengatur pola makan bergizi. Pada saat mengandung buah hati di dalam rahim, pemberian tablet tambah darah dan kalsium sangat penting. Namun itu semua harus dilakukan sesuai petunjuk dokter.

Lalu saat telah melahirkan, pemberian ASI ekslusif juga harus menjadi prioritas ibu. Sebab jika merujuk dengan penyebab stunting, yakni kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Asupan makan yang masuk ke dalam tubuh tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. ASI bisa jadi solusi yang baik saat bayi telah lahir.

Sekadar diketahui, Berdasarkan catatan hasil penimbangan bulan timbang Agustus 2019 Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dari 13.811 balita yang diukur, 23,12 persen mengalami stunting..

Jumlah itu diperoleh dari rincian data bayi dengan tubuh sangat pendek sebanyak 7,58 persen dan bayi pendek berkisar 15,54 persen. (don/may)