MUI Pasuruan Tak Berikan Sikap Soal Ningsih Tinampi Ngaku Bisa Panggil Nabi hingga Malaikat

7484

Pasuruan (WartaBromo.com) – Beberapa waktu terakhir, jagat maya dihebohkan dengan video yang berisi pernyataan Ningsih Tinampi. Dalam video tersebut, Ningsih mengaku bisa menunjukkan sosok Nabi dan Rasul.

Video tersebut diunggah dalam akun youtube Ningsih Tinampi. Tak hanya itu, cuplikan-cuplikan video kemudian beredar di berbagai channel youtube warganet.

Ketua MUI Pasuruan, Kiai Nurul Huda Muhammad tak banyak berkomentar terkait hal ini. Namun, Kiai yang akrab disapa Gus Huda itu mendasarkan Al-Quran surat An-Naml ayat 65. Bunyinya yakni :

“Tidak akan ada yang tahu seluruh penduduk langit dan bumi tentang perkara gaib kecuali Allah yang maha mengetahui.”

Selain ayat Al-Quran, wartabromo juga dikirimi sebuah hadis terkait kepercayaan kepada sesama manusia.

“Barang siapa datang kepada orang yang sok tahu, lalu bertanya tentang sesuatu lalu Ia percaya dengan dia. Maka salatnya 40 hari tidak diterima. Hadist riwayat Muslim.”

Terlepas dari penyataan soal Ningsih yang menunjukkan kedatangan Nabi dan Rasul kepada anak indigo, Gus Huda mengungkap belum ada laporan warga terkait hal ini. Laporan itu dalam artian mengenai keresahan warga dengan pengobatan Ningsih Tinampi.

“Belum ada laporan warga yang resah, baru kalau ada laporan kami rapatkan dengan MUI,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI pusat, Kiai Cholil Nafis sebelumnya telah memberikan pernyataan terkait Ningsih Tinampi. Utamanya soal pengakuan bisa memanggil Nabi, Rasul bahkan malaikat.

“Kalau pendapat MUI belum, tapi kalau pendapat saya sebagai anggota MUI menyatakan nabi nggak bisa dipanggil. Menurut saya, nabi datang dengan sendirinya. Nabi bukan jin, bukan setan yang bisa dipanggil-panggil,” jelasnya, dinukil dari berbagai sumber.

Kiai Cholil kemudian mengatakan, tidak semua orang bisa bertemu dengan Nabi. Jika bertemu pun dalam keadaan mimpi, dan hanya Allah yang bisa mengaturnya. Ia kemudian mempersilahkan warga untuk melaporkan hal ini pada MUI Pasuruan atau pusat.

“Kita belum mengkaji yang dimaksud memanggil itu apa. Itu perlu dikaji,” pungkasnya. (don/may/ono)