Fakta-fakta di Balik Drama Ibu Gadaikan Bayi, Ngaku Penuhi Kebutuhan Hidup hingga Akan Lunasi Utang 2 Kali Lipat

795

Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang ibu jadikan bayi sebagai jaminan utang kepada renternir. Demi penuhi kebutuhan hidup jadi alasan ibu ini tega gadaikan anaknya.

Peristiwa ini cukup menjadi perhatian khalayak luas. Pasalnya, berita sebelumnya beredar kalau bayi perempuan berusia 2 bulan ini telah hilang diculik orang tak dikenal.

Penculikan diperkuat dengan bukti catatan laporan kehilangan di Mapolres Pasuruan. Selain itu, ibu ini juga menggunggah status di Facebook-nya.

Ia menuliskan telah kehilangan anaknya dengan cara dihipnotis. Berbagai pengumuman seperti lembaran brosur kehilangan juga sempat diedarkan.

Namun, faktanya tidak demikian. Septi -panggilan akrabnya-, ternyata jaminkan bayinya, untuk mendapatkan utangan.

Berikut beberapa fakta di balik drama Septi:

  1. Butuh uang dan utang
    Septi mengaku butuh uang sampai kemudian mencari utangan ke Mishadi (40) warga Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
    Butuh Rp2 juta, Septi hanya diberikan utangan Rp1 juta.
  2. Jaminkan bayi dan akan lunasi dua kali lipat
    Utang Rp1 juta itu diberikan Mishadi setelah Septi memberikan jaminan bayinya yang berusia 2 bulan.
    Septi mengaku, akan mengambilnya kembali setelah mampu lunasi utangnya.
    Meski demikian, ia menyangkal telah gadaikan bayinya. Menurutnya, bayi itu hanya dititpkan saja.
    Kepada Mishadi, istri dari Gunawan ini akan mengembalikan utangnya dua kali dari yang telah diterimanya
    “Setelah ia (Septi) punya uang sebesar Rp2 juta baru bisa ambil kembali. Bayi ini juga sebagai pancingan, agar istri saya juga bisa hamil,” aku Mishadi kepada wartawan.
  3. Tak mampu biayai anak dan harus penuhi kebutuhan hidupnya
    Hal itu diungkapkan oleh Mishadi saat di Mapolres Pasuruan, Selasa (21/01/2020).
    Septi kepada Mishadi beberkan alasan menyerahkan bayi itu. Disebutkan bila Septi sudah tidak mampu lagi membiayai anaknya.
    Hal lain juga dikatakan, bila Septi terdesak uang untuk penuhi kebutuhan hidupnya.
  4. Pada suami dan keluarga, ungkap cerita sesat soal kehilangan bayi
    Saat akan pulang ke rumah seusai menyerahkan bayi, Ia akhirnya mencari-cari alasan agar tidak diketahui oleh suami dan keluarganya.
    Perempuan dengan alis sulaman bak artis ini memulai sandiwaranya.
    Ia meminta dijemput oleh ayahnya di exit tol Sidowayah.
    Ia berikan cerita sesat, dengan menyebutkan telah kehilangan bayinya.
    Drama itu dikemukakan. Bermula di pasar Bangil, tiba-tiba ada tiga orang dalam Elf hitam mengajaknya, hingga diturunkan di jalanan sekitar exit tol Sidowayah.
  5. Mengaku telah dihipnotis hingga diajak polisi kejar penculik
    Untuk menguatkan cerita khayalannya, ia mengaku terhipnotis hingga anaknya hilang diduga diculik oleh tiga orang dalam Elf. Malah, biar mengesankan ada penculikan, pada Kamis 16 Januari 2020, Ia mengaku kepada keluarganya, diajak ke Kabupaten Lumajang oleh beberapa polisi, mencari bayinya.

(trn/ono)