Ingat! Jangan Sampai Penyajian Berita Bencana, Justru Jadi Bencana Baru

363

Probolinggo (wartabromo.com) – BPBD Kabupaten Probolinggo menggandeng jurnalis membahas mitigasi bencana. Upaya dimaksudkan ada persamaan persepsi kebencanaan dalam penyajian berita, sehingga tak memunculkan kepanikan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi menyebut pihaknya terus mengeembangkan mitra kebencanaan dengan pihak luar. Termasuk para jurnalis dalam teknis peliputan dan publikasi masalah bencana.

Ikhtiar dilakukan agar ada persamaan persepsi dalam penyebar luasan informasi kebencanaan.

“Sehingga tidak semakin membuat cemas dan panik masyarakat, khususnya para korban,” ujar Anggit saat ngobrol bareng soal kebencanaan yang digelar di Cafe Ant, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, Rabu, 23 Januari 2020.

Anggit mengatakan yang terpenting dalam penanganan bencana adalah keselamatan korban atau nyawa manusia. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan manusia dalam bencana. Termasuk keselamatan para jurnalis saat melakukan tugas dan fungsi peliputan.

Karena itu, para awak media dalam penulisan berita bencana, sebisa mungkin menekan dampak traumatik para korban. Karena pemberitaan yang tidak tepat dan tidak akurat, akan membuat berita simpang siur.

Bilamana terjadi kecemasan, sangat mungkin proses tanggap darurat bencana menjadi kacau dan korban tidak tertangani dengan baik.

Hal utama lainnya adalah bersama-sama untuk melawan berita-berita hoax dari kejadian bencana. “Jadi jangan sampai berita bencana dari teman-teman jurnalis ini, justru menambah bencana baru bagi para korban. Karena memberikan informasi kurang benar,” lanjut mantan Kepala Bappeda itu.

Bincang-bincang tentang mitigasi bencana itu, disambut baik oleh para jurnalis. “Ngobrol-ngobrol seperti ini, membuat kami mendapat pemahaman yang utuh tentang kebencanaan. Termasuk keselamatan diri sendiri saat berada di lokasi bencana,” kata S. Adi Wardhana, jurnalis wartabromo.com. (saw/ono)