Asap Bromo Setinggi 1.000 Meter Sambut Kepitu

949

Sukapura (wartabromo.com) – Asap kawah Gunung Api Bromo sambut perhelatan Wulan Kepitu di kawasan Tengger. Asap ini menyembur hingga ketinggian 1.000 meter dari permukaan kawah.

Sebulan bebas kendaraan (car free month /CFM) tak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung.
Dalam 24 jam terakhir, Gunung Api Bromo terpantau menyemburkan asap putih. Asap ini, bertekanan rendah dengan intensitas sedang. Tingginya antara 50-1000 meter di atas puncak kawah.

“Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm),” tulis Rubiyo, petugas Pos Pengamatan Gunungapi Bromo, sebagaimana dilansir PVMBG dalam https://magma.vsi.esdm.go.id/ pada Jumat, 24 Januari 2020.

Penerapan satu bulan ‘Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Month)’, yaitu kebijakan kendaraan bermotor jenis apapun tidak boleh memasuki kawasan Laut Pasir Tengger, Savana Telletubies dan sekitarnya. Pintu masuk di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo; pintu masuk di Coban Trisula Jemplang, Kabupaten Malang; dan pintu masuk Dingklik Penanjakan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan ditutup. Kecuali kendaraan patroli dan kedaruratan.

Kebijakan itu diambil, karena masyarakat Suku Tengger tengah menyambut Wulan Kepitu (Bulan Ketujuh). Bulan ini merupakan waktu yang oleh sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger sebagai bulan yang disucikan.

Pada bulan ini, mereka melaksanakan ‘Laku puasa mutih’. Salah satu ritual yang bertujuan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Semua pintu masuk kita tutup, meski begitu wisata tetap berlangsung, pengunjung kalau mau ke lautan pasir dan savana bisa jalan kaki, bersepeda atau naik kuda. Alternatif lainnya adalah dengan berkunjung ke spot-spot di sekitar Bromo,” ujar Sarmin, Kepala Seksi Pengelolaan Wisata TNBTS. (saw/saw)