Tak Diberhentikan, Pelajar Bunuh Tetangga di Gempol Masih Bisa Unas

850

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pelajar yang bunuh tetangga gegara dendam telah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Meski begitu, status sebagai pelajar masih disandang hingga berkesempatan ikuti ujian nasional.

Seperti diketahui, MR (19) merupakan pelajar yang kini duduk di kelas 3 pada salah satu sekolah swasta di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Ia terjerat kasus hukum atas dugaan pembunuhan terhadap seorang tetangga yang bernama Yasin Fadhila (49).

Meski kini berada di dalam sel tahanan Mapolres Pasuruan, statusnya sebagai pelajar masih disandangnya. “Iya, memang masih tercatat sebagai pelajar sini,” ungkap Ahmad Zaini, kepala sekolah tempat MR belajar, saat ditemui WartaBromo, Jumat (24/01/2020).

Zaini juga mengungkapkan, jika didasarkan pada ketentuan dan prosedur administrasi, MR sebenarnya sudah melakukan pelanggaran berat.

“Harusnya dikeluarkan. Cuman, pihak kami masih melakukan proses upaya yang terbaik untuk dia (MR),” ujarnya.

Upaya tersebut tidak lain agar bisa membantu siswanya ini dapat mengikuti ujian nasional (UN) tahun ini. “Dia kan sudah kelas 3, sayang juga kalau sampai gak ikut UN,” ungkapnya.

Untuk kepentingan itu, pihak sekolah, disebutnya juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas pendidikan. Urusan ini juga telah disampaikan kepada pihak keluarga MR.

‘Tapi proses ini masih belum tuntas. Sedang kami upayakan yang terbaik,” ujar Kepsek.

Wartabromo mencoba untuk mendapatkan penjelasan dari Dispendik Provinsi Jatim terkait status dan upaya memberikan kesempatan kepada MR untuk dapat mengikuti UN.

Namun, konfirmasi melalui chat mapun telepon via WhatsApp belum direspon, meski tanda telah dibaca (centang 2 biru). terlihat muncul.

Sebagai informasi, MR membunuh tetangganya lantaran dendam yang terpupuk sejak ia masih SD. Dendam tersebut diduga karena ibu MR menjadi korban rudapaksa oleh Yasin, tetangga yang dibunuhnya. (trn/ono)