Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Gondangwetan Langka

1046
Stok Pupuk Subsidi di Beberapa Tempat Justru Aman

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pupuk subsidi di Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, selama sebulan terakhir disebut sulit dijumpai. Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah petani.

Kelangkaan ini dialami terhitung sudah sebulan terakhir. Pengakuan Nur Sofyan (45), salah satu petani di Kecamatan Gondangwetan mengungkap, sejumlah toko pertanian langganannya lebih banyak menjual pupuk non subsidi.
Bahkan pupuk subsidi berupa urea maupun ponska, di beberapa toko lain di wilayah Gondangwetan pun tak tersedia.

“Pupuk yang subsidi sebulan ini nggak ada. Tapi untuk yang non susbsidi banyak yang menyediakan,” ujarnya.

WartaBromo kemudian mencoba menulusurinya. Di beberapa tempat, seperti Kecamatan Gempol, Beji, Bangil, Purwosari, Purwodadi, dan Nongkojajar, justru masih terdapat persediaan.

Pedagang pupuk mengaku stok pupuk subsidi relatif banyak, bahkan dropingnya teratur. “Kami kan ada kelompok tani, jadi kalau misal stok dirasa menipis kelompok tani yang mengurus,” ujar Sholichah, salah satu pedagang di Kecamatan Beji.

Ia mengaku, perbedaan harga juga menjadi pertimbangan para petani banyak memilih pupuk bersubsidi dari pemerintah itu. “Perbedaan bisa mencapai harga Rp20-25 ribu. Pupuk subsidi harga per sak Rp90 ribu, sedangkan non subsidi Rp120 ribuan,” jelasnya.

Untuk jumlah satu kali ambil pupuk urea misalnya, Sholichah mengatakan, tergantung dengan permintaan. “Kami minta 2 ton ya bakal dikirim 2 ton seketika itu juga oleh distributor,” tandas Sholichah.

Akmal, salah satu petani di Kecamatan Bangil mengaku mudah untuk menemukan pupuk bersubsidi. “Di Kecamtan Rembang, Beji, Bangil masih banyak kok. Tapi mungkin di daerah Pasuruan bagian Timur agak susah,” ujarnya.

Sementara itu, tak semua pedagang pupuk menjual pupuk bersubsidi. Seperti Rahmat, salah satu pedagang di Kecamatan Bangil, Ia mengatakan pupuk bersubsidi akan disediakan, di mana ada kelompok tani.

“Kalau di sini (Dusun Tamanan, Desa Oro-oro Ombo) gak ada kelompok tani, jadi saya sendiri juga tidak menyediakan,” terang Rahmat. (trn/ono)