Mahasiswa Pasuruan di Cina Putuskan Pulang, Sebagian Ngaku Sulit Biaya

1338

Pasuruan (WartaBromo.com) – Ada 50 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan di Cina tertahan gara-gara virus corona. Meski dalam kondisi terbatasi, mereka aman, tak terjangkiti virus, hingga putuskan pulang.

Hal itu terungkap dalam sebuah rekaman audio yang dikirimkan oleh seorang mahasiswa bernama Yulio Ade kepada Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Yulio Ade, merupakan salah satu mahasiswa menempuh program S2 di Ohaio University.

Dalam rekaman ia menegaskan, bila kesehatan seluruh mahasiswa asal Pasuruan, berikut teman-teman yang bersamanya dari daerah lain, dalam kondisi baik.

Meski begitu, dirinya tidak diperkenankan keluar kampus, bahkan diimbau menghindari keramaian publik.

Kondisi tersebut, sepertinya membuatnya tak nyaman, sampai akhirnya memutuskan akan segera pulang ke tanah air, menghindari wabah virus corona.
Kebetulan di Cina saat ini, menurutnya sudah memasuki liburan musim dingin.

“Alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik. Memang saat ini lagi marak virus corona, tapi kondisi saat ini tiap kampus tidak memperbolehkan mahasiswanya keluar kampus,” ucap Ade.

Meski diminta menghindari keramaian, pihak otoritas kampus tetap memberikan sedikit keleluasaan beraktivitas di sekitar kampus.

Baca Juga :   Terekam CCTV, Ini Detik-detik Motor Ketua Dewan Kabupaten Pasuruan Digondol Maling

“Tidak ada aktivitas belajar mengajar, semuanya di dormintory atau asrama,” ungkapnya.

Dari catatan, sebelumnya ada 73 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan tengah menempuh studi di Cina. Namun, setelah virus corona merebak, 23 mahasiswa putuskan pulang ke Pasuruan.

Sedangkan 50 mahasiswa lainnya direncanakan pulang ke Indonesia, pada 4 Februari mendatang.

Mereka merupakan penerima beasiswa Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC).

SEAMEO-SEAMOLEC merupakan organisasi di bawah Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara yang memiliki program beasiswa ke Cina dengan target kuota 1.000 pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia.

Dalam program ini, Pemkab Pasuruan memberikan beasiswa untuk masing-masing mahasiswa sebesar Rp22,825.000. Uang tersebut digunakan biaya pendidikan dan asrama, selain kebutuhan hidup yang ditanggung 50% selama setahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi mengatakan, ke-73 mahasiswa ada yang sudah lulus SI, ada yang masih baru beberapa semester. Sebagian ada yang meneruskan ke jenjang S2.

Baca Juga :   Pemkot Pasuruan Belum Berlakukan Denda Bagi Pelanggar Prokes, Ini Alasannya

Mereka kuliah di beberapa universitas. Seperti Changzou University, Nanjing University, Anuhi University, Wuxing Institute of Technology, Yangzhou Polytechnic Institute, dan universitas lainnya.

Diakui, wabah virus corona membuat mahasiswa khawatir dan ketakutan. Sehingga momen liburan winter (musim dingin) selama 2 bulan ini, menjadi waktu tepat untuk meninggalkan Cina, dan kembali ke Pasuruan.

“Kebetulan Januari sampai Februari ini lagi libur musim dingin. Jadi para mahasiswa memilih balik ke Indonesia,” kata Iswahyudi saat di kantornya, Jumat (31/01/2020).

Dijelaskannya, selama kasus virus corona mengemuka, Iswahyudi selalu berkomunikasi dengan seluruh mahasiswa melalui aplikasi WhatsApp.

Bahkan, hampir setiap hari mahasiswa bergantian melaporkan kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar asrama maupun kampus mereka.

“Setiap hari saya selalu telepon anak-anak lewat WA. Dan Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja. Selalu mengirim kabar kondisi terkini,” imbuhnya.

Khusus untuk 50 mahasiswa yang masih berada di Cina, Iswahyudi menyatakan pesan untuk mematuhi kebijakan Pemerintah Cina yang meminta tidak melakukan aktivitas di luar asrama dan kampus. Lebih-lebih sampai bepergian ke luar kota.

Baca Juga :   Ratusan Warga Trajeng Diswab, 21 Orang Positif dan Dikarantina

Baca: Wabah Virus Corona Merebak, Tidak Ada Aktivitas Belajar Mengajar di Cina

Dikatakan oleh Iswahyudi, sedianya KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) juga telah meminta semua mahasiswa asal Indonesia untuk sementara beristirahat di kampung halaman masing-masing.

Tapi ketika semua diminta pulang, diungkapkan oleh Iswahyudi, ada beberapa mahasiswa yang masih pikir-pikir.

“Karena tiket pulang pergi kan biaya sendiri. Mereka hanya diantar sampai Bandara saja. Ya semoga saja para orang tua bisa memahami akan pentingnya kesehatan putra-putrinya. Karena uang bisa dicari,” kata Iswahyudi.

Baca: Mahasiswa Pasuruan di Cina Dipastikan Aman dari Corona, Bupati Beri Pesan Begini

Sementara itu, saat ditanya kapan mereka akan kembali ke Cina, Iswahyudi mengaku akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Cina dalam hal aman atau tidaknya para mahasiswa dari wabah corona.

“Yang penting anak-anak akan kembali ke Pasuruan. Semoga saja sebulan ke depan, wabah ini bisa segera menghilang,” harapnya. (mil/ono)