Wabah Virus Corona Merebak, Tidak Ada Aktivitas Belajar Mengajar di Cina

925

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 50 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan tertahan di Cina. Kabarnya, aktivitas belajar selama wabah virus corona ini dihentikan.

Yulio Ade, salah seorang mahasiswa S2 di Ohaio University mengungkap jika kondisinya dan teman-teman asal Kabupaten Pasuruan cukup baik.

“Untuk teman-teman sendiri, terbagi di beberapa kampus. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik,” jelasnya.

Namun, para mahasiswa ini tak diperkenankan untuk keluar rumah atau tempat tinggal. Semua berkumpul di dorm atau asrama, untuk menghindari keramaian publik yang bisa menularkan virus corona.

“Hanya diperbolehkan di wilayah kampus. Tidak ada aktivitas belajar mengajar, semuanya di dormitory atau asrama,” lanjut Ade.

Selain karena adanya wabah, tidak ada aktivitas pembelajaran ini karena sekarang sudah memasuki liburan musim dingin.
Hal ini dijelaskan oleh Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Iswahyudi mengaku selama ini selalu melakukan komunikasi dengan mahasiswa di Cina. Liburan akan berlangsung selama 2 bulan, dan biasanya ada beberapa mahasiswa yang pulang ke Indonesia.

“Kebetulan Januari sampai Pebruari ini lagi libur musim dingin. Jadi para mahasiswa memilih balik ke Indonesia,” jelasnya.

Meski begitu, tak sedikit mahasiswa yang memilih tidak pulang atau masih pikir-pikir untuk kembali ke Pasuruan. Sebab, biaya yang dikeluarkan jelas tak sedikit.

“Karena tiket pulang pergi kan biaya sendiri. Mereka hanya diantar sampai bandara saja. Ya semoga saja para orang tua bisa memahami akan pentingnya kesehatan putra-putrinya. Karena uang bisa dicari,” tandasnya. (may/ono)