Begini Langkah Pemkab Probolinggo Fasilitasi Mahasiswa di Cina

590

Kraksaan (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah taktis dalam menyikapi kasus virus corona. Mahasiswa Probolinggo yang berkuliah di Cina akan difasilitasi kepulangannya ke kampung halaman.

Saat ini, ada 4 mahasiswa asal Probolinggo yang diisolasi ke Batam setelah pulang dari Cina. Mereka adalah Febri Halim Cahyadi, 25 tahun, asal Kecamatan Maron; Rahmad Hidayatulla, 22 tahun, asal Kecamatan Krejengan; Mohammad Nadhif, 19 tahun; dan Dewfi Zafira, 18 tahun, asal Kecamatan Paiton.

Keempat Mahasiswa itu diterbangkan dari Cina pada Minggu, 2 Januari 2020 sekitar pukul 3.30 WIB. Tiba di Batam sekitar pukul 9.30 WIB di hari yang sama. Mereka saat ini tengah menjalani isolasi di Natuna selama 14 hari kedepan.

“Untuk 4 mahasiswa Kabupaten Probolinggo yang berada di Batam, juga sudah difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes, red) selama masih menjalani isolasinya di Batam,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Probolinggo, Soeparwiyono, Selasa, 4 Februari 2020.

Untuk kepulangan mereka, kata Soeparwiyono, Pemkab Probolinggo akan memfasilitasi penuh. Mulai dari penjemputan hingga diantar sampai di depan rumah dan bertemu kedua orang tuanya masing-masing. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan hingga beberapa hari setelahnya.

“Nanti semisalnya sudah sampai ke Surabaya, baik itu di bandara ataupun di stasiun, nanti kami yang akan memfasilitasi penjemputannya untuk diantarkan ke tempat tinggalnya. Kami sudah membentuk tim pemantau yang bertugas mencari informasi terkait keberadaan warga yang di masih di Cina,” lanjutnya.

Sejauh ini, ada 16 mahasiswa asal Kabupaten Probolinggo yang berkuliah di Cina, pulang kampung. Para mahasiswa ini bukan kuliah di Wuhan, Provinsi Hubei. Tetapi kota lain yang jaraknya hampir mencapai 900 kilometer.

Di sana para mahasiswa menjalani sejumlah pemeriksaan yang sangat ketat dan tidak diijinkan keluar rumah.

Meski begitu, mereka mendapat pemantauan medis secara intens oleh tim medis RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Observasi itu dilakukan selama 2 hingga 3 hari.

Dari 16 mahasiswa, 3 diantaranya dalam proses penjemputan, 1 sudah dipulangkan, 9 dalam proses pemulangan, dan 3 masih tinggal di rumah sakit. Dari hasil observasi, semuanya negatif dari virus corona.

“Setelah keluar dari Cina, mereka juga menjalani pemeriksaan. Mereka memenuhi prosedur keimigrasian dan kesehatan pelabuhan, mereka mendapatkan kartu kuning kesehatan. Observasi ini merupakan fokus dari ibu bupati agar mereka betul-betul terlayani dengan baik. Alhamdulillah semuanya sehat,” jelas pria kelahiran Kecamatan Sumber itu.

Sementara itu, dr. Fauziyah Sri Rahmawati, Sp.P., menambahkan observasi yang dilakukan itu, untuk mengecek kondisi fisik mahasiswa. Yakni berupa pemeriksaan temperatur suhu badan, kondisi fisik, dan introgasi penyakit. Jika itu sudah terlewati, lanjutnya, mahasiswa diperbolehkan pulang bertemu dengan keluarga.

“Itu dilakukan hingga beberapa hari di kamar khusus. Meski sudah di rumah kami tetap pantau perkembangannya. Tentunya koordinasi dengan tim yang berada di puskesmas tempat tinggal para mahasiswa,” tambah dokter spesialis paru-paru RSUD Waluyo Jati Kraksaan itu.

Mahasiswa yang sudah kembali ke keluarganya masing-masing tetap akan dimonitor oleh Puskesmas terdekat. Jika kemudian hari ada sesuatu, maka akan kembalikan ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. (cho/saw)