Pasuruan Dipastikan Negatif Corona, Dinkes Punya Tips Mencegahnya

3506

Pasuruan (wartabromo.com) – Virus corona masih menjadi topik hangat di Indonesia maupun luar negeri. Walaupun masyarakat Kabupaten Pasuruan tidak ada yang terjangkit, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan tetap waspada dengan adanya virus tersebut.

Agus Eko, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) mengatakan, masyarakat Kabupaten Pasuruan dipastikan tidak ada yang terjangkit virus mematikan tersebut.

“Alhamdulillah, Kabupaten Pasuruan tidak ada yang terjangkit virus corona,” ujar Agus, saat dihubungi wartabromo.com, Kamis (6/02/2020).

Sementara itu, beberapa mahasiswa-mahasiswi dari Kabupaten Pasuruan yang berada di Cina kini sudah dipulangkan untuk menghidari penyebaran virus itu.

Namun hal itu masih tetap menjadi perhatian penting oleh Dinkes, pasalnya virus tersebut bisa menular di mana saja dan kapan saja. Untuk itu, pihaknya telah lakukan koordinasi dengan semua Puskesmas.

“Kami tetap waspada, dengan sosialisasi di semua Puskesmas dan kecamatan di Kabupaten Pasuruan,” lanjut Agus.

Dinkes Kabupaten Pasuruan sudah menerapkan pedoman kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan adanya infeksi virus corona. Pedoman itu merupakan standar operasional prosedur (SOP), yang sebelumnya sudah diterapkan oleh Kemenkes RI.

Beberapa point penting yang harus diwaspadai dan diterapkan oleh masyarakat maupun petugas kesehatan adalah sebagai berikut.

Pencegahan virus corona bagi masyarakat :
1. Sering cuci tangan pakai sabun.
2. Gunakan masker jika batuk dan pilek.
3. Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah.
4. Hati-hati kontak dengan hewan.
5. Rajin olahraga dan istirahat cukup.
6. Jangan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak.
7. Bila batuk, pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan.

Pencegahan virus corona bagi petugas kesehatan :
1. Hindari kontak/jarak dekat dengan penderita ISPA.
2. Gunakan alat pelindung dari (APD).
3. Sering cuci tangan pakai sabun terlebih setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungan orang sakit.
4. Ingatkan kepada orang dengan gejala ISPA harus menerapkan etika batuk (jaga jarak dengan orang atau menutup mulut dan hidung dengan tissue atau baju saat batuk atau bersin). (don/ono)