Mencatat Ragam Penyimpangan Seksual

1459

Pasuruan (Wartabromo.com) – Dua hari belakangan, warga Pasuruan dihebohkan dengan kabar suami jual istri kepada tetangga dan temannya. Secara medis, bisa jadi pelaku mengalami kelainan seksual.

Hal itu tampak dari tindakan pelaku yang juga suami, yang tak hanya “menjajakan” istrinya kepada tetangga dan rekan, pelaku juga merekam aksi intim tersebut.

Dalam istilah kedokteran, perilaku seksual yang menyimpang dikenal dengan parafilia.

Merangkum beberapa sumber, ada beragam jenis kelainan seksual.
Berikut ini Wartabromo menyajikan jenis-jenis penyimpangan seksual yang tergolong tindakan kriminal.

  1. Pedofilia
    Siapa yang tak kenal istilah ini. Perilaku seks menyimpang satu ini melibatkan anak di bawah 13 tahun. Sedangkan pelaku pedofilia yang tertarik terhadap anak usia kurang dari 5 tahun, dikenal dengan infantofilia.
    Pengidap kelainan ini memiliki fantasi, ketertarikan, hingga melibatkan aktivitas seksual. Misalnya, mengajak anak untuk melihat pelaku melakukan masturbasi, mengajak telanjang, menyentuh kelamin anak, bahkan melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak.
  2. Eksibisionisme
    Pada kasus ini, pelaku cenderung ingin membuat orang asing terkejut, takut, atau terkesan dengan perilakunya. Tak akan ada kontak fisik, apalagi aktivitas seksual. Pecandu eksibisionisme umumnya merasakan ketegangan dan gairah seksual yang meningkat selama ia mengekspos bagian intimnya.
  3. Voyeurisme
    Nah, kalau yang satu ini mirip-mirip yang dilakoni pria asal Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
    Orang dengan voyeurisme akan meraih kepuasan seksual dengan mengintip atau mengamati orang sedang berganti pakaian, tak berbusana, atau melihat pasangan yang tengah melakukan aktivitas seksual.
  4. Froteurisme
    Pelakunya mendapat kepuasan dengan menggesekkan kelamin pada tubuh orang tak dikenal. Pelaku terdorong melakukan hal tersebut di tempat umum yang penuh sesak, bisa bus atau kereta.
  5. Masokisme dan SadismeĀ 
    Keduanya berfokus pada penderitaan fisik dan psikologis. Orang dengan kelainan ini merasa dirinya berkuasa atas pasangannya. Bahkan pada kasus ekstrem, kematian pasangan akan membawa kegembiraan bagi si pelaku.

Waduh, serem juga ya?

Sebenarnya, apa penyebab kelainan ini?

Jadi, kondisi yang diduga memicu parafilia bisa terjadi karena trauma masa kecil, kesulitan mengekspresikan perasaan, sulit memulai hubungan dengan orang lain, atau bisa juga akibat dirinya berulang kali mendapat aktivitas seksual yang menyenangkan.

Nah, cara mengatasi kelainan seksual pun juga beragam. Itu bergantung pada gejala dan indikasi masing-masing individu.

Berdasarkan studi, kelainan seksual dapat diatasi dengan menggabungkan psikoterapi dan obat-obatan. Bisa juga dengan terapi hormon untuk mengurangi dorongan seksual dan perilaku berbahaya. (bel/ono)