Reservoir Telah Dibangun, Krisis Air di Lumbang dan Winongan Katanya Bakal Teratasi

697

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 4 reservoir dan sebuah tandon raksasa selesai dibangun di Kecamatan Winongan dan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Memanfaatkan limpasan aliran Banyubiru, reservoir memasok kebutuhan warga dua kecamatan, yang selama ini mengalami krisis air.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto menjelaskan, reservoir di antaranya ada di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan.

Kemudian di Kecamatan Lumbang, reservoir berada di Desa Cukurguling, Desa Karangasem, dan Desa Lumbang. Sedangkan tandon air dibangun, ditempatkan di seputar Pemandian Alam Banyubiru.

Keempat reservoir dan tandon air tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran mencapai Rp40 miliar.

“Tujuan akhirnya adalah bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Pasuruan. Sekaligus komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan air bersih di daerah kekeringan. Khususnya di Lumbang yang paling banyak,” kata Hari, Rabu (12/02/2020).

Dijelaskan Hari, pihaknya sudah melakukan uji coba penggunaan reservoir. Dimulai dengan pengambilan air limpahan (air tumpahan) dari Banyubiru kemudian didorong menuju R1 (Reservoir 1), R2 dan R3. Daya tampung diperkirakan sebanyak 55-65 kubik atau 55.000-65.000 liter air bersih.

Ditegaskan, pengambilan air limpahan Banyubiru tidak menggangu volume air di tempat pariwisata tersebut. Pasalnya, air yang diambil merupakan air buangan.

Dicatatkan, sebanyak 65 liter perdetik dari total 165 liter air perdetik dari sumber di Banyubiru, dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Kecamatan Lumbang dan Winongan bagian atas itu.

Nantinya, bilamana reservoir sudah diserahkan kepada Pemkab Pasuruan, pengelolaannya diserahkan ke PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Pasuruan.

Terkait realisasi penyerahan reservoir ke daerah, menurut Hari, masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat.

“Pada intinya, kami sudah sangat siap. Mau diserahkan bulan ini, ya kami siap saja. Karena ini juga kembali lagi untuk kebutuhan masyarakat yang paling utama,” jelasnya.

Lebih detail Hari mengungkapkan, Reservoir 1 diperuntukkan pada warga Desa Sumberrejo dan Jeladri. Kemudian air di R2 digunakan warga Desa Cukurguling dan Karangasem.

Sedangkan R3 akan dialirkan menuju Desa Lumbang dan proyek lanjutan untuk Bulukandang.

“Kalau penjualan air bersihnya melalui PDAM. Hanya saja, teknisnya bisa kolektif ke desa. Jadi ada kelompok pengelola sarana pengelolaan air minum (KPSPAM,)” imbuhnya.

Hanya saja, saat ditanya perihal harga air per liter yang harus dibayar warga, Hari belum bisa memberikan bocorannya.

“Operasional PDAM listriknya berapa, belum pemeliharaan jaringan, dan lain sebagainya. Sudah pasti berbeda antara warga di sekitar reservoir dengan masyarakat perkotaan,” katanya.

Di samping dari Kementerian PUPR, Pemkab Pasuruan sejak tahun 2016 juga sudah melakukan berbagai kegiatan perpipaan di sejumlah wilayah Kecamatan Lumbang dan Winongan.

Pada 2016, anggaran DAK sebesar Rp1,4 miliar digelontorkan untuk PPAB (pembangunan dan pengelolaan air bersih) di Desa Kedungrejo dan Jeladri, Kecamatan Winongan.

Sedangkan dari APBD mencapai Rp600 juta diserap untuk PPAB di Desa Karangasem, Wonorejo, dan Desa Panditan, Kecamatan Lumbang.

Pada 2017 lalu, Rp300 juta telah dipergunakan untuk PPAB di Desa Wonorejo dan Karangjati, Kecamatan Lumbang. Selain Rp200 juta dari PAK untuk PPAB di Dusun Ketondo dan Desa Pancur, Kecamatan Lumbang.

Begitu pula di tahun 2018 lalu. Anggaran sebesar Rp4,25 miliar dikucurkan untuk PPAB di 7 desa di Kecamatan Lumbang.

Kemudian 2019 lalu, angaran dari DAK sebesar Rp1,45 miliar sudah digunakan untuk PPAB di Desa Cukurguling dan Lumbang. Belum lagi anggaran APBN sebesar Rp800 juta untuk HAMP (hibah air minum perdesaan).

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa ini komitmen Pak Bupati kita agar masyarakat khususnya bagi 17.271 warga Lumbang, bisa mendapatkan air bersih melalui sambungan rumah yang sudah kami siapkan,” tutup Hari.

Sekadar catatan, sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan memiliki potensi rawan kekeringan.

Reservoir, menjadi bagian upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di daerah terdampak kekeringan.

Proyek ini merupakan kompensasi Pemerintah Pusat atas permintaan Pemkab Pasuruan, terkait dibangunnya sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan.

Dalam waktu dekat, SPAM Umbulan juga bakal dirasakan warga lima daerah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Gresik. (mil/ono)