Gara-gara ini, Petani Nguling Dapat Acungan Jempol dari Menteri Pertanian

506

Nguling (WartaBromo.com) – Petani Nguling Kabupaten Pasuruan dinilai bisa mengolah lahan tadah hujan. Bahkan, kemampuannya mendapatkan pujian dari Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.

Apresiasi itu ditunjukkan
Menteri Syahrul Yasin Limpo tatkala kunjungi kegiatan panen raya padi dan percepatan serap gabah petani (Sergab) di wilayah Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/02/2020).

Menteri Syahrul menegaskan, Kabupaten Pasuruan masih menjadi salah satu lumbung padi di Jawa Timur. Nah, dengan panen raya kali ini, ia menganggap bakal memberikan semangat baru kepada petani agar tetap konsisten mengelola pertanian, terutama padi.

“Tumpuan kita ada di petani sekarang. Kalau petaninya kemudian jual lahan sawah, tambah berkurang nanti areal persawahan kita,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul kemudian mengacungkan jempol kepada para petani di Nguling. Ia memberikan pernyataan, bila petani Nguling berhasil dalam memanen padi selama tiga kali dalam satu tahun.

Pujian itu dilontarkan, karena kondisi sawah di Nguling termasuk dalam kategori tadah hujan.

“Intervensi, pompanisasi, dan mekanisasi di Kabupaten Pasuruan berarti sudah jalan. Tadinya tanah tadah hujan, satu tahun satu kali, sekarang malah bisa ditanami tiga kali sehari,” ujarnya.

Kegiatan panen raya, Menteri Syahrul dibarengi di antaranya Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf; hingga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin.

Tempat panenan ditempatkan di hamparan padi seluas 20 hektare milik Gapoktan Agawe Kamulyan, Poktan Sumber Rejeki, di Desa Nguling, Kecamatan Nguling.

Bupati Irsyad menjelaskan, padi yang dipanen merupakan varietas Ciherang, ditanam sejak Oktober 2019 dan diperkirakan mencapai hasil ubinan sebanyak 8,9 ton per hektare.

Sedangkan secara keseluruhan, luasan hamparan padi Gapoktan Agawe Kamulyan yang belum dipanen berkisar pada  287 hektare.

“Total luasan lahan yang dipanen hari ini seluas 10 sampai 20 hektare, sehingga masih ada 277 hektare lagi yang belum dipanen. Ada yang mau dipanen, ada yang baru ditanam, dan ada yang sedang tahap pengeringan,” jelasnya.

Dikatakan Irsyad, komoditas padi di Kabupaten Pasuruan merupakan utama. Di mana pada tahun 2019, luas panen mencapai 117.938 hektare dengan produksi mencapai 722.636 ton. Dari jumlah tersebut, masih didominasi padi lahan sawah dengan produksi mencapai 687.506 ton.

“Dibanding tahun 2018 terjadi penurunan produksi sebesar 4.200 ton. Alhamdulillah meningkat tajam di tahun 2019 lalu. Ini adalah hasil kerja keras kita semua, utamanya para petani,” ungkap Gus Irsyad, panggilan karibnya.

Kesempatan ini, oleh Menteri Syahrul juga dimanfaatkan dengan menyerahkan beberapa bantuan. Di antaranya benih padi untuk 8.200 hektare serta benih jagung untuk 5 000 hektare.

Alat pertanian berupa cultivator sebanyak 17 unit; berikan 22 unit traktor roda dua; lalu juga serahkan 4 unit combine harvester.

Belum lagi asuransi pertanian untuk 4.115 hektare, 10 unit alat olah kopi, 160.000 batang kopi, serta bantuan KUR BNI sebesar Rp735 juta. (mil/ono)