Nostalgia Es Jadul, Pernah Coba yang Mana?

948

Pasuruan (Wartabromo.com) – Jajanan jaman dulu kini makin langka dipasaran. Tak terkecuali panganan jenis es yang digandrungi berbagai kalangan.

Ya, popularitas es jadul kini sudah tergeser dengan dessert kekinian. Kali ini Wartabromo.com mengajak bolo untuk nostalgia menu es yang masih eksis tapi sudah sangat langka.

Apa saja?

1. Es Dung-dung

Dulu, Es Dung-dung merupakan makanan mewah, penjualnya pun tak banyak. Panganan satu ini juga dikenal dengan es puter.

Kala itu, es dung-dung sangat populer dan dijual dengan gerobak keliling. Kini es jenis ini ditemukan di mana saja mulai dari supermarket, kafe, restoran, hingga kedai es krim. Penyajiannya pun menggunakan cone.

Cara membuatnya cukup sederhana. Siapkan bahan-bahan mulai dari tepung kanji, santan kelapa, air putih, gula pasir, susu kental manis, dan vanili.

Kemudian, masukkan semua bahan diaduk dalam satu wadah berbentuk tabung. Bagian bawah tabung itu diberi es batu dan garam untuk mempermudah proses pembekuan saat diputar-putar.

2. Es Potong

Mirip dengan es dung-dung, perjuangan untuk mendapatkan es potong. Tekstur es potong yang lumer di mulut menjadi kenikmatan tersendiri. Apalagi dicelup dalam coklat leleh, membuat rasanya semakin lezat.

Biasanya, pecinta es potong memiliki pengalaman unik, yakni selalu dibikin was-was. Pasalnya, penyokong es potong hanya sebatang tusuk sate ukuran kecil. Jadi, kemungkinan es bakal jatuh ke tanah lebih besar. Terlebih saat es sudah tersisa sedikit.

Ada yang pernah mengalami?

3. Es Goyang

Mendengar kata es goyang, jangan membayangkan si penjual akan bergoyang ketika berjualan ya bolo. Disebut es goyang, karena gerobak akan digoyang-goyang saat adonan es krim tengah dituangkan ke dalam cetakan. Tujuannya, untuk membuat es lebih cepat membeku.

Nah, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es jadul ini antara lain santan, gula pasir, tepung hungkwe, serta garam. Penyajian dari es goyang biasanya dicelupkan ke saus cokelat lalu dilapisi kacang unuk menambah rasa gurih.

4. Es Gabus

Es satu ini memiliki beberapa sebutan. Ada yang menyebutnya es kue, ada juga yang mengenal dengan nama es roti. Nama-nama itu terlihat dari tampilan es yang mirip kue lapis atau tampak seperti irisan roti lapis warna-warni.

Jajanan ini menjadi primadona anak-anak pada masanya. Es gabus selalu diburu ketika istirahat atau bubaran sekolah.

Bahan-bahan utamanya adalah tepung hungkwe. Inilah yang membuat es ini memiliki tekstur mirip gabus. Bahan tambahan lainnya adalah susu, gula pasir, pewarna makanan.

5. Es Podeng

Es podeng menjadi salah satu es jadulnyang masih eksis hingga kini. Ketenarannya tak surut dari abad ke-18. Mulai warung pinggir jalan sampai hotel bintang lima, masih ada yang menyediakan menu ini. Bahkan es podeng disebut sebagai es krim lokal dengan cita rasa yang mendunia.

Nama es podeng diambil dari bahasa Prancis, artinya putar. Nama ini dipilih berdasarkan proses pembuatan es podeng yang diputar. Meski serupa, tapi es podeng berbeda dengan es dung-dung.

Es podeng disajikan dengan topping yang lebih beragam. Mulai dari sagu mutiara, ketan hitam, potongan roti tawar, hingga kacang. Ada juga yang menambahkan irisan buah alpukat. Penyajiannya pun berbeda. Es podeng disajikan dalam mangkok, bukan cone seperti es dung-dung.

6. Es Mambo

Bukan hanya es podeng yang masih eksis, es mambo atau es lilin juga masih ada sampai sekarang. Bahkan tak jarang dibuat sendiri di rumah untuk camilan.

Es mambo memiliki ciri khas warna-warni dengan bentuk lonjong memanjang. Bahan utamanya yakni campuran air dan sirup manis warna-warni. Ada juga yang mendambakan kacang hijau, teh manis, atau sari buah.

Seger kan? (bel/may)