Terdampak Banjir, Puluhan Warga Pejurangan Gending Mengungsi

658

Gending (wartabromo.com) – Puluhan warga di Desa Pejurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo mengungsi. Warga amankan diri, hindari banjir ke sejumlah tempat yang tak terkena banjir.

Mereka yang mengungsi adalah warga RT 5 RW 2 Dusun Sekolahan. Sedikitnya ada 20 orang yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Yakni ke masjid, musala, dan bangunan SDN Pejurangan.

“Ya takut, kalo kebanjiran tenggelam. Banjirnya sampai sini (pinggang, red) sekitar 1 meter. Airnya dari sungai barat dan sungai timur. Mengungsi sama saudara, banyak itu lagi, sekitar 20an,” ujar Badriyah.

Warga hanya membawa peralatan seadanya saat mengungsi. Semisal bantal dan selimut agar bisa tidur dengan layak. Buku-bukti sekolah, surat penting, pakaian, dan peralatan lainnya ditinggalkan begitu saja.

“Anak-anak Balita ini yang kasihan. Di selatan kan besar banjirnya. Kalau utara agak kecil banjirnya. Bagian dalam rumah sudah sampai perut,” kata Indrayani.

“Kalau ndak ngungsi ndak bisa anu dah Pak, di rumah kan sudah besar airnya. Airnya sudah tinggi, wong sudah diatas kepala anak saya. Sama keluarga, wong tetangga sudah mengungsi semua,” lanjutnya.

Saat meninggalkan rumah, warga dibantu meggunakan ban mobil dan perahu karet milik BPBD. Yang diutamakan mengungsi adalah Balita dan Lansia.

“Saya tadi balik ke kantor untuk mengambil perahu karet untuk mengevakuasi Lansia atau manula dan Balita. Ada sekitar 20 warga yang mengungsi,” ujae Nur Wahyudi, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo.

BPBD juga menggunakan karung pasir untuk menahan arus air. Sebab ada beberapa tanggul yang jebol, sehingga airnya masuk ke pemukiman.

Banjir yang terjadi sejak Sabtu sore itu, juga membuat jalan Pantura Probolinggo-Banyuwangi macet. Itu karena, lajur jalan di Desa Bulang terendam hingga ketinggian 40 sentimeter. (saw/saw)