Survei PRC-PPI: 61,4% Masyarakat Merasa Puas terhadap Kinerja Jokowi-Ma’ruf

639

Jakarta (WartaBromo.com) – Masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo- Ma’ruf Amin selama 100 hari ini. Angka kepuasan dalam survei dicatat sebesar 61,4%.

Penilaian itu diungkap oleh Politika Research and Consulting (PRC) bekerja sama dengan Parameter Politik Indonesia (PPI) dalam rilis hasil survei evaluasi 100 hari kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Hotel Gren Alia, Cikini, pada Minggu (23/02/2020).

Kepuasan masyarakat hingga sebesar 61,4% terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf itu ditopang oleh beberapa kebijakan yang selama ini telah dilakukan, seperti pembangunan infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pada dua hal ini, 76,6% masyarakat merasa puas terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi. Sementara 86,1% merasa puas terhadap kebijakan pembangunan SDM.

Kemudian disusul kesiagaan pemerintah dalam penanggulangan bencana yang memperoleh skor kepuasan sebesar 64,1%.

Terakhir, kepuasan terhadap kebijakan 3 kartu sakti Jokowi (Kartu Prakerja 76,5%, Kartu Indonesia Pintar Kuliah 86,6%, dan Kartu Sembako murah 86,8%).

Hasil survei PRC-PPI kemudian menunjukkan, sebanyak 33% masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi selama ini.

Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo mengatakan, 33% masyarakat yang merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf berada di wilayah yang bukan basis pemilih Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

Wilayah itu antara lain Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, dan Jawa Barat. Pada Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf kalah di Sumbar, Riau, dan Jawa Barat.

“Data itu menunjukkan bahwa residu Pilpres 2019 masih cukup terasa pada wilayah-wilayah itu. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf ke depan,” ujar alumni Universitas Jember tersebut.

Survei ini dilakukan di 34 provinsi, 161 kabupaten/kota, 220 kecamatan, 220 desa, dengan total 2.197 responden berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan multi stage random sampling. Sementara responden terpilih lewat tatap muka (face to face). (tof/ono)