Arab Saudi Setop Umroh, Jamaah Asal Probolinggo Ini Gagal Berangkat

706

Kademangan (wartabromo.com) – Opsi penutupan kedatangan jamaah umroh dari seluruh dunia, oleh Pemerintah Saudi Arabia, berdampak pada ratusan jemaah umroh asal Indonesia. Termasuk dari Probolinggo. Salah satunya, adalah pasutri penjual kerupuk dan pemilik toko asal Kademangan, Kota Probolinggo.

Pasca gagal berangkat menunaikan ibadah umroh, pasangan suami istri Siti Khodijah dan Lianto, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, tetap beraktifitas seperti biasa. Pasutri penjual kerupuk dan toko kelontongan ini, sempat kecewa, lantaran tidak bisa menunaikan ibadah umroh.

Namun karena alasan keselamatan, keduanya pun menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Jadwal pesawat sekitar pukul 12 siang. Tapi kami diminta menunggu sampai pukul 16.00 WIB. Tak sampai waktu yang ditentukan, ada pengumuman dibatalkan itu, dari pihak maskapai,” cerita Lianto, Jumat (28/2/2020).

Tak hanya berdampak pada jamaah, keputusan Pemerintah Saudi Arabia juga merugikan pihak travel penyelenggara umroh.

Akibat penutupan sementara aktifitas ibadah umroh dari seluruh negara itu, salah satu travel di Probolinggo mengalami kerugian sampai milyaran rupiah. Lantaran ratusan jemaah yang akan berangkat, belum mendapat kepastian. Sementara biaya uang muka untuk hotel dan akomodasi selama di arab, sudah terbayar.

“Hari itu saja, ada sekitar 200 jamaah yang gagal berangkat. Belum lagi jadwal besoknya. Kami harus menyusun jadwal keberangkatan baru, menunggu kepastian dari Pemerintah Arab,” kata pelaksana travel, M. Holil.

Masih menurut Holil, ratusan jamaah harus kembali ke tempat pemberangkatan asal, lantaran kebijakan pemerintah arab saudi ini. Jamaah berharap, pemerintah Saudi Arabia segera membuka kembali aktifitas ibadah umroh, untuk umat muslim. Sehingga jemaah yang batal berangkat, bisa segera melaksanakan ibadah umroh. (lai/saw)