PKB : Pemkab Probolinggo Tak Perlu Malu Miskin

1632
Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.

Kraksaan (wartabromo.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) meminta Pemkab Probolinggo tidak perlu malu jika daerahnya disebut miskin. Serta tidak menyalahkan BPS dalam perihal data survey tentang kemiskinan di Probolinggo. Data itu, sebaiknya digunakan sebagai upaya dan inovasi dalam mengatasi kemiskinan.

FPKB menyebut angka kemiskinan itu, mencerminakan kinerja Pemkab yang tidak serius dalam mengatasi masalah kemiskinan. Karenanya perlu upaya dan inovasi dalam mengatasi kemiskinan.

“Karena sejatinya tujuan utama pembangunan dan tujuan kita bernegara sebagaimana diatur dalam UUD 1945 untuk memajukan kesejahteraan,” ujar Lukman Hakim, Jumat, 28 Februari 2020.

Wakil Ketua DPRD itu, juga meminta Pemkab Probolinggo tidak perlu malu disebut daerah miskin. Apalagi kemudian menyalahkan BPS dalam perihal data survey tentang kemiskinan tersebut. Seharusnya, hasil survei BPS itu sebagai motivasi untuk terus membangun daerah lebih baik.

“Jika perlu, pemerintah seharusnya berani meminta maaf kepada masyarakat. Dan berjanji untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” ungkap politisi senior PKB tersebut.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo, Mu’ad mengatakan FPKB mengusulkan agar ada perombakan. Utamanya dalam perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan pembangunan. Serta memperketat dan mengevaluasi keberhasilan program sebagai alat ukur pelaksanaan pembangunan.

“Perencanaan, pelaksanaan dan sistem evaluasi pembangunan Pemkab Probolinggo gagal. Karena tidak mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Kabupaten lain yang potensinya lebih rendah dibanding Kabupaten Probolinggo, seperti Situbondo dan Bondowoso ternyata mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan,” ujarnya.

Ia menambahakan, perlunya untuk mengajak seluruh stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam semua proses pembangunan. PKB juga meminta kepada pemerintah agar melibatkan semua unsur masyarakat.

“Sehingga masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi dalam ikut berpartisipasi membangun Kabupaten Probolinggo menjadi lebih baik,” harapnya. (saw/saw)