Surat PMI Jatim soal Corona Bikin Gaduh, Ini Klarifikasinya

4825

Kraksaan (wartabromo.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur. terbitkan edaran berkenaan dengan tindakan penyebaran virus corona. Surat internal itu bikin heboh, menyebar dalam bentuk foto ke sejumlah grup WhatsApp dan media sosial.

PMI Kabupaten Probolinggo menyebut ada kesalahan redaksional dalam surat edaran (SE) itu. Lebih-lebih pada penulisan warga suspect corona, yang juga mendapat sanggahan dari dinas kesehatan (Dinkes).

Dalam SE dengan nomor 267/02.06.00/YANKES/III/2020 tertanggal 3 Maret 2020 itu, PMI menyebut ada 65 warga Jawa Timur suspect corona.

Puluhan warga itu berasal dari beberapa kabupaten/kota, yakni Sidoarjo 3 orang, Surabaya 34 orang. Lalu dari Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, dan Jember, masing-masing sebanyak 1 orang.

Kemudian Kediri ada 4 orang, Lamongan 2 orang, Lumajang 4 orang, malang 7 orang, serta Pamekasan, dan Ponorogo 1 orang. Terakhir Probolinggo sebanyak 3 orang.

“Surat memang benar adanya, surat internal. Kami menyayangkan beredar, karena menimbulkan kegaduhan. Di mana masalah corona sangat sensitif,” kata Ketua PMI Kabupaten, dr. Shodiq Tjahjono, Kamis (5/3/2020).

Dokter Shodiq mengatakan, tujuan surat itu sebagai instruksi kepada PMI di daerah, utamanya Kabupaten Probolinggo. “Untuk melakukan pendampingan kepada eks karantina Natuna, supaya mereka menjalani hidup sehari-hari dengan baik. Bukan bermaksud menyampaikan data tersebut suspect, ini adalah untuk intruksi,” ungkap mantan Kadinkes itu.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Joelijanto membantah ada 3 warga yang terjangkit virus corona (covid-19). Ia menegaskan jika warga pernah dikarantina di Natuna, tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.

“Dinyatakan sehat dan dapat surat dari kementerian kesehatan. Sepulang ke Probolinggo, tidak perlu diamati. Tidak ada masalah bagi mereka yang pernah dikarantina,” tegasnya.

Dokter Anang menyebut angka kematian akibat virus corona kecil. Tetapi perlu hati-hati terkait penyebarannya.

“Gak usah panik, termasuk masker, karena masker hanya untuk orang sakit. Orang bisa sembuh dengan sendirinya, kalau orang sehat, pola makan bagus. Gak usah fikir di media sosial. Biasakan cuci tangan habis apapun saja. Bukan karena corona, tapi untuk hidup sehat,” tandasnya. (cho/saw)