Jual Ikan Asin Berformalin, Segini Omzet Tengkulak asal Lekok Tiap Kali Kirim

1548

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota menciduk seorang tengkulak ikan asin berformalin. Sekali kirim, omzet yang diraih rata-rata mencapai puluhan juta rupiah.

Terkait hasil ikan asin berformalin itu diungkapkan Ayub (51), tengkulak asal Lekok, Kabupaten Pasuruan, Senin (24/02/2020).

Ayub mengaku dalam sebulan ia bisa kirim ikan asin berkisar 1 atau 2 kali. Pada tiap transaksi pengiriman, volumenya bisa mencapai 2 ton. Sementara untuk harga, ia menjual ikan asin itu dengan harga Rp8.500 per kilogram (Kg).

Maka jika diasumsikan per bulan ia hanya sekali kirim dengan kuantitas 2 ton, maka omzetnya kira-kira Rp17 juta. Jika sebulan dua kali, maka uang yang dikumpulkan sebesar Rp34 juta.

Baca Juga :   Polres Pasuruan Kota Catat 11.876 Motor Langgar Lalu Lintas Sepanjang 2019

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, selain Ayub ada satu orang tersangka lagi, yakni Suwandi (50). Suwandi merupakan warga Kabupaten Tuban yang menjual formalin kepada Ayub.

Formalin itu ia beli dari seorang sales di Surabaya dengan harga Rp1 juta dan dijual kepada Ayub dengan harga Rp1,2 juta. Dony menyebut usaha ini sudah berjalan selama 4 tahun.

“Kami masih melakukan penyelidikan apakah selama 4 tahun ini mereka sering memproduksi ikan asin berformalin,” ujarnya.

Namun dari pengakuan Ayub, “kenakalan” yang ia lakukan berjalan selama 2 tahun dan hanya 2 kali memproduksi ikan asin yang berformalin. Itu pun yang kedua kalinya, ia tertangkap polisi.

Ia berdalih, memproduksi ikan asin berformalin ketika cuaca sudah memasuki musim penghujan. Hal ini, menurutnya, dikarenakan kurangnya cahaya matahari, sehingga ia kesulitan untuk mengeringkan dan jadilah formalin sebagai solusi supaya ikannya awet lebih lama.

Baca Juga :   Bupati Pasuruan Nilai PSBB Belum jadi Pilihan

Sementara itu, staf Dinas Kesehatan Eey Ardiana yang juga dihadirkan dalam konferensi pers kali ini mengatakan formalin sangat berbahaya. Akibat jangka panjangnya bisa menyebabkan kanker. (tof/ono)