Menyelinap di Kesunyian Air Terjun Tirai Bidadari

1143
Air terjun Tirai Bidadari. Foto: Hendra T
Tuhan menganugerahkan keindahan alam yang luar biasa bagi Kabupaten Probolinggo. Destinasi wisata alam terus bermunculan dan dikembangkan. Salah satunya adalah air terjun Purba Tirai Bidadari di Kecamatan Tiris. Yuk! Kita menyelinap di kesunyiannya.

Laporan : S. Adi Wardhana, Kabupaten Probolinggo.

AIR terjun Tirai Bidadari belum banyak diketahui orang, bahkan terasa asing di telinga. Maklum, air terjun di daerah aliran sungai (DAS) Pekalen ini sulit dijangkau. Apalagi letaknya di perbatasan antara Desa Ranu Gedang dengan Desa Jangkang.

Sejatinya air terjun terjun berada di wilayah adminsitratif Desa Ranugedang, tapi medannya sangat ekstrem.
Relatif lebih terjangkau lewat Dusun Lalangan, Desa Jangkang. Dari jarak 3 kilometer, separuhnya ditempuh dengan jalan kaki melalui areal perkebunan masyarakat.

Ada juga hutan bambu Perhutani seluas setengah hektare. Sekitar 200 meter dari lokasi, sayup-sayup terdengar gemericik air jatuh. Memecah kesunyian hutan bambu.

“Butuh perjuangan ekstra untuk mencapainya. Cocok bagi penyuka wisata petualangan (adventure tourism). Sangat menantang, menguras fisik untuk datang ke sini. Tapi rasa capek, lelah itu hilang ketika kita sampai di sini. Dari atas kita menikmati penampakan bias-bias pelangi dari air terjun yang terkena matahari, sangat indah, amazing,” kata Hendra Tri, salah satu pengunjung.

Pesona pelangi di air terjun Tirai Bidadari. Foto: Hendra T.

Air terjun mengucur dari 16 titik mata air yang berada di puncak tebing. Aliran deras airnya yang menembus tebing secara alami membentuk gugusan stalaktit. Ukuran dan panjangnya hampir menyentuh permukaan sungai. Sebuah proses alamiah yang berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu.

Ukurannya bervariasi dan membentuk lorong panjang mirip goa. Ribuan kelelawar yang menjadi penghuni abadi dengan leluasa keluar masuk. Menjadikannya sebuah pemandangan yang indah untuk diabadikan melalui kamera digital maupun ponsel pintar.

Selama ini, satu-satunya cara untuk bisa menikmati keindahan tersembunyi adalah dengan memanfaatkan layanan wisata arung jeram. Air terjun tersebut juga menjadi spot favorit bagi penggemarnya.

“Lewat darat ternyata gak kalah serunya. Bahkan lebih murah biayanya. Selama ini, kalau mau foto-foto harus ikut paket arung jeram,” tutur ayah 2 anak itu.

Hasbullah, 44 tahun, selaku Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Jangkang mengatakan lokasi tersebut berada di Petak 62A, KRPH Segaran, BKPH Bermi. Salah satu Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Perhutani seluas 36 ha. Sehingga air terjun Tirai Bidadari tetap lestari dan relatif aman dari praktik perusakan lingkungan.

“Selain didominasi oleh hutan bambu dan vegetasi perintis yang juga berfungsi sebagai penguat kontur tebing sungai. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi satwa liar, seperti burung-burung dan primata. Oleh sebab itu kami juga berkomitmen untuk tetap menjaga keamanan dan keutuhannya,” tuturnya.

Rencananya Pemerintah Desa Jangkang bersama LMDH membangun titik pandang, tepat di depan air terjun. Sekaligus untuk mengenalkan lebih luas potensi wisata tersebut. “Karena lokasinya berada diantara dua desa, kita akan bahas lebih lanjut bersama agar pengelolaannya lebih baik dengan membentuk Pokdarwis,” kata Sugeng Wiyanto, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) setempat.

Disporaparbud juga akan melakukan perencanaan dan desain yang tepat. “Kami cicil pelaksanaannya pada tahun 2021 mendatang. Ke depannya, kami akan upayakan pembangunan infrastruktur pada dua sisi desa, agar potensi alam ini bisa dinikmati dari dua desa,” ungkap mantan Camat Tongas itu.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurahman mengaku mendukung rencana pemanfaatan destinasi wisata itu. Apalagi Pemkab Probolinggo memang sedang intens pada pengembangan sektor pariwisata dalam rangka percepatan peningkatan PDRB. Lebih-lebih Kecamatan Tiris masih masuk zona merah kemiskinan.

“Dengan menemukan spot – spot wisata berkualitas seperti ini, nantinya agar bisa dikembangkan menjadi industri pariwisata. Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di sini, harapannya kesejahteraan masyarakat setempat bisa meningkat,” ujar politisi Golkar itu. (*)