Normalisasi Kali Wrati, 800 KK Dipastikan Terkena Relokasi

919
MERAYAP: Jalan Raya Latek, Bangil yang terendam banjir, Rabu (26/02/2020) malam. Foto: istimewa.

Pasuruan (WartaBromo.com)- Pemkab Pasuruan terus mematangkan rencananya untuk melakukan normalisasi Kali Wrati, sebagai bagian dari penanggulangan banjir wilayah Bangil dan sekitarnya.

Hasil pendataan yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) menyebutkan, diperkirakan ada 800 KK (kepala keluarga) ikut terdampak kegiatan ini.

“Itu hanya yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kalau dengan Sidoarjo, jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” kata Kepala Dinas SDA, Misbah Zunib beberapa waktu lalu.

Misbah mengatakan, normalisasi yang membentang dari wilayah Beji-Bangil itu merupakan bagian dari strategi penangulangan banjir di Bangil-Beji.

Sungai tersebut sekaligus menjadi pembatas wilayah Kabupaten Pasuruan di sisi selatan. Sementara di sisi utara merupakan wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Hasil pendataan yang dilakukan Dinas SDA, total ada sekitar 800 KK yang selama ini mendiami daerah bantaran sungai. Seiring dengan rencana normalisasi ini, ratusan KK itu ke depan akan direlokasi.

“Untuk progress-nya kami masih menunggu pusat. Begitu ada intruksi sosialisasi, segera kami lakukan. Kalau mengacu sebelumnya, kami memang diminta melakukan sosialisasi sekaligus menentukan lokasi untuk relokasinya,” jelas Misbah.

Pemerintah sendiri tampaknya serius dengan program ini. Bersama Kedunglarangan, proyek strategis yang masuk dalam bagian percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur itu diperkirakan menelan anggaran setengah triliun rupiah lebih. (tof/asd)