Riwayat Perjalanan PDP Corona di Lumajang Di-tracking

1412

Lumajang (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan tracking terhadap warga yang melakukan kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Hasil tracking ini kemudian dituangkan dalam peta penyebaran Covid-19 di Lumajang.

“Kami melakukan tracking untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Kami kemudian melakukan edukasi kepada warga tersebut, supaya mengisolasi mandiri selama 14 hari. Sementara yang mempunyai gejala sakit, segera dilakukan pemeriksaan kesehatan,” jelas dr. Bayu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dalam keterangan resminya, Sabtu (21/03/2020).

Dari catatan Dinkes, dokter Bayu memaparkan, ada 19 warga yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP). Tiga di antaranya yakni rombongan umrah bersama dengan PDP corona yang meninggal dunia pada Jumat (20/03/2020). Lalu dua lainnya yakni TKI Malaysia dan Taiwan. Sementara lainnya merupakan warga yang pernah kontak dengan PDP maupun ODP.

Kemudian, 2 warga merupakan PDP. Seorang di antaranya meninggal dunia, dan satu lainnya sedang menjalani pemeriksaan di RS Syaiful Anwar Kota Malang. Keduanya merupakan rombongan umrah yang pulang pada 12 Maret lalu.

“Kami antisipasi. Prepare kewaspadaan covid 19. Jadi kami memposisikan seolah-seolah warga tersebut positif corona. Supaya lebih waspada. Sesuai dengan arahan Pemprov, Jatim dinyatakan darurat bencana Covid-19. Lumajang termasuk dalam daerah yang tidak aman, punya risiko tertular,” lanjutnya.

Sementara itu, dr Halimi Maksum, Kepala RSUD dr Haryoto menambahkan, PDP yang meninggal dunia belum diketahui positif atau negatif corona. Keluhannya saat dirujuk ke Malang yakni sesak napas dan pneumonia.

“Kami belum tahu. Pasien setelah dirujuk ke Malang, Belum sempat dilakukan pemeriksaan swap,” ujarnya.

Maka dari itu, antisipasi tracking dilakukan, termasuk edukasi kepada warga supaya menjaga kebersihan dan kesehatan. (may/ono)