Gelorakan Social Distance, Irsyad: Kita Tengah Berperang Melawan Virus Corona

973

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bersama ulama, pengasuh pondok pesantren, organisasi/lembaga keagamaan susun kesepakatan cegah virus corona (Covid-19). Inti kesepakatan berupa tidak menyelenggarakan kegiatan mendatangkan orang dengan jumlah banyak.

Sikap ini ditegaskan semata-mata untuk mencegah atau memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf akan mengintruksikan seluruh camat se-Kabupaten Pasuruan menyebarkannya sampai ke lini bawah.

“Hari ini saya akan mengintruksikan semua camat untuk menyampaikan informasi ini ke Ponpes, organisasi keagamaan maupun lembaga keagamaan di tingkat kecamatan sampai desa,” kata Irsyad di sela-sela kesibukannya, Selasa (24/03/2020).

Gus Irsyad -panggilan akrabnya- kemudian sampaikan imbauan, mirip isi kesepakatan, untuk menunda kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

“Mohon ditunda dulu, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.

Dijelaskan Irsyad, Pemerintah Pusat, Kapolri, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan sudah gencar menyampaikan pentingnya social distancing (menjaga jarak dan mengurangi kerumunan) sebagai salah satu langkah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Hanya saja, sampai sejauh ini, langkah ini sepertinya masih belum dijalankan sepenuhnya oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya kegiatan-kegiatan yang mendatangkan banyak orang. Mulai dari istighosah, haul, pengajian, imtihan, haflah, atau kegiatan serupa lainnya.

“Saya lihat masih banyak sekali masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan dengan mendatangkan banyak orang. Ini yang harus diperhatikan betul, bahwa saat ini kita tengah berperang melawan virus corona. Virus yang tak terlihat oleh mata, tapi sangat berbahaya,” tandasnya.

Oleh karenanya, dengan intruksi serta kesepakatan dengan para kiai, pengasuh Ponpes, pimpinan lembaga keagamaan dan Ormas, Irsyad berharap tak ada lagi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan, sampai semua situasi benar-benar pulih seperti semula.

“Saya harapkan masyarakat memahami. Karena ini penting untuk kita membentengi keluarga kita dari virus corona ini. Kita berdoa semoga cepat kembali seperti semula. Dan untuk sementara, kita setop dulu kegiatan apapun yang mendatangkan banyak orang. Termasuk nongkrong-nongkrong yang kurang berfaedah. Lebih baik kita di rumah dulu,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib Imron mengucapkan terima kasih kepada seluruh kiai hingga pengasuh ponpes yang dari hati ikhlas telah sepakat untuk melarang seluruh kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

“Mulai dari Ponpes Sidogiri, Ponpes Ngalah, Ponpes Besuk, Habib Taufiq, Haul Habib Alwi juga dibatalkan dan semua para ulama sampai Ormas dan lembaga keagamaan yang bersama-sama memerangi Virus Corona melalui setop kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Bahkan, Wabup Mujib Imron juga menyampaikan seputar bagaimana kewajiban umat muslim dalam melaksanakan salat Jumat. Menurutnya, bagi warga muslim di Kabupaten Pasuruan yang tengah sakit atau memiliki perasaan was-was lantaran takut tertular virus corona, boleh tidak jumatan di masjid.

“Yang paling efektif untuk pencegahan adalah mengurangi kerumunan. Jumatan bagi yang muslim yang sakit atau mempunyai perasaan takut tertular, boleh tidak jumatan. Ini konsekwensi juga, apabila bagi yang datang jumatan, harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan pastikan tubuh kita dalam keadaan sangat prima,” ucapnya, sesaat setelah memimpin Rakor di Gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan, Selasa (24/03/2020) siang.

Lebih lanjut, Gus Mujib -sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan ini menegaskan, bahwa Pemkab Pasuruan hingga seluruh pondok pesantren sepakat mendukung penyemprotan disinfektan secara nasional yang dilakukan pada Kamis (26/03/2020) mendatang.

Tak hanya itu, Pemkab Pasuruan juga tengah mengupayakan pengadaan ribuan alat pengukur suhu tubuh, masker, dan cairan desinfektan. Pengadaan tersebut akan didampingi oleh kejaksaan. (mil/ono)