Gara-Gara Korona, Masjid Ini Ditutup untuk Musafir

1453

Bangil (WartaBromo.com) – Wabah Covid-19 membuat aktivitas publik di sejumlah fasilitas umum dibatasi. Termasuk masjid Manarul Islam Bangil yang ditutup sementara bagi musafir.

Dua gerbang masjid yang semula selalu terbuka, kini hanya dibuka kurang dari 1 meter. Bahkan satu gerbang telah ditutup rapat. Sebuah tulisan “Masjid ditutup sementara bagi musafir” terpampang di depan pintu gerbang.

Saat dikonfirmasi, Feri Yusa takmir masjid Manarul Islam Bangil mengatakan penutupan berlangsung sejak Selasa, (24/03/2020) lalu. “Sampai kapannya kami juga belum tahu. Menunggu pemberitahuan dari MUI bahwa status sudah aman,” ujar Feri, Rabu (25/03/2020).

Feri bilang, kendati ditutup, salat berjamaah 5 waktu masih dilakukan. “Tapi itu hanya untuk kalangan lokal saja, sekitar warga Bangil. Salat Jumat juga masih kami adakan,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi adanya masyarakat dari luar daerah yang ingin singgah, pengurus masjid akan melihat pelat nomor kendaraan. Bila dari luar daerah, akan diperiksa identitasnya.

“Tapi kalau untuk salat Jumat kami agak susah mengontrol. Kami hanya mengandalkan kesadaran diri masing-masing saja, kalau sakit ya di rumah saja,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran virus Korona, pihaknya juga rutin melakuan penyemprotan desinfektan. “Penyemprotan kami lakuakn setiap usai lakukan salat jemaah. Jadi 5 kali dalam sehari,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, penyebaran covid-19 ini salah satunya karena banyak orang yang berkerumun. Dampaknya, pengajian yang biasanya rutin diadakan di masjid Manarul Islam juga turut berganti metode.

“Biaasanya langsung tatap muka, untuk sementara kami mengganti metodenya jadi online, lewat facebook,” pungkasnya.

Selain itu, akibat dari covid-19 tak hanya masjid Manarul Islam. Bahkan masjid Al-Irsyad yang terletak di Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil meniadakan salat jamaah 5 waktu dan salat Jumat. (nul/asd)