Tak Benar RSUD Bangil Buka Donasi APD Covid-19

1112

Pasuruan (WartaBromo.com) – Beredar grafis RSUD Bangil membuka penerimaan bantuan alat pelindung diri (APD), kebutuhan penanganan virus corona (Covid-19). Pihak rumah sakit bahkan Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan akhirnya berikan tanggapan.

Visual grafis lengkap dengan logo RSUD Bangil tersebut viral di media sosial, terutama di grup-grup WhatsApp. Awal kalimat berupa ajakan untuk bersama melawan Covid-19.

Kalimat berlanjut, dengan menuliskan dibukanya penerimaan bantuan berupa APD untuk tim medis dalam menangani Covid-19. Ada 11 macam perlengkapan pengaman medis dicatatkan terhadap donatur, mulai masker hingga kacamata google.

Berikut kalimat dalam grafis yang beredar:

Dalam rangka penanganan Covid-19 RSUD Bangil menerima bantuan berupa:

  1. masker N95
  2. masker bedah karet
  3. masker bedah tali
  4. sarung tangan disposible
  5. sarung tangan steril
  6. shoes cover
  7. gown coverall
  8. sepatu boot
  9. thermo gun
  10. face shield
  11. kacamata google

Selain logo, grafis terkait permintaan bantuan alat pelindung medis itu terdapat nomor handphone, salah satunya milik Humas RSUD Bangil.

Hal yang membuat permintaan itu kian meyakinkan adalah adanya keterangan dalam grafis, bahwa pihak rumah sakit tidak menerima bantuan dalam bentuk uang.

Faktanya.
Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Anang Saiful Wijaya sampaikan sangkalan, menegaskan tim medis yang tangani perkara Covid-19, melalui RSUD Bangil tidak pernah membuka penerimaan bantuan.

“Tidak benar. Sudah kami cukupi. Adanya permintaan bantuan APD oleh RSUD Bangil itu tidak benar. Itu ulah oknum,” kata Anang, Jumat (3/4/2020).

Hal serupa juga disampaikan Humas RSUD Bangil, dengan menyebutkan, bahwa pihaknya tidak pernah membuka layanan donasi APD, sebagaimana yang beredar.

“Mohon maaf itu sudah kami klarifikasi. Bukan dibuat resmi oleh RSUD Bangil,” kata M Hayat, Humas RSUD Bangil.

Sekadar diketahui, terkait pemenuhan APD, Pemkab Pasuruan telah gelontorkan anggaran sebesar Rp2,4 miliar.

Dana tersebut bersumber dari pos penanganan bencana terkait Covid-19. Tidak termasuk dana cadangan sebesar Rp13 miliar yang baru saja disetujui DPRD.

Uang miliaran itu, bahkan sudah dibelanjakan untuk APD dan kebutuhan lain, seperti bahan desinfektan, ataupun masker yang peruntukannya digunakan bagi petugas medis serta sebagian disebar ke kelompok-kelompok masyarakat. (ono/ono)