Di-back up TNI-Polri, Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Sebagai Karantina

1274

Kraksaan (wartabromo.com) – Pemkab Probolinggo menyiapkan sekolah sebagai tempat karantina pemudik. Selain tetap mengimbau agar warga dari luar tidak masuk ke Kabupaten Probolinggo.

Persiapan penggunaan gedung sekolah sebagai karantina terus dilakukan. Di beberapa kecamatan sudah siap pakai. Semisal di Kecamatan Kraksaan yang menggunakan gedung SMPN 2 Kraksaan sebagai tempat isolasi. Di sekolah ini, 3 ruang kelas disiapkan. Namun jika dibutuhkan, 21 ruang juga siap dipakai.

Bupati Probolinggo, P. Tantriana Sari mengatakan dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo, sekitar 90 persen menggunakan gedung sekolah. Apakah itu gedung sekolah dasar (SD) atau sekolah menengah pertama (SMP). Syarat utamanya adalah tersedia pasokan air bersih, punya musala dan dekat dengan Puskesmas.

“Untuk tempatnya sendiri, itu beragam. Tergantung pada resources (Sumber daya, red) yang ada. Apakah itu SD dan SMP di Kecamatan. Ini akan terus berproses. Insyaallah setiap Kecamatan sudah siap, manakala ada orang yang akan diisolasi sesuai dengan kesepakatan selama 14 hari,” ujar Bupati Probolinggo.

Selama masa karantina, para pemudik tak perlu khawatir. Sebab Pemkab Probolinggo menyediakan fasilitas makan 3 kali sehari. Juga fasilitas kesehatan, dimana tenaga medis akan melakukan proses pendampingan dan pengawasan jika ada pemudik yang diduga terpapar Covid-19. Sehingga petugas dengan cepat dan tepat menanganani secara medis.

“Tentunya kita tak menghendaki itu terjadi. Namun di situasi yang serba tidak pasti ini, kami upayakan untuk semaksimal mungkin membentengi warga Kabupaten Probolinggo dari penyebaran Cobid-19. Dan jika masa karantina usai, pemudik negatif gejala Covid-19 bisa dipulangkan dan berkumpul dengan keluarganya,” tandas Tantri.

Dandim 0820 Probolinggo, Letkol. Inf. Imam Wibowo mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 240 anggota TNI membantu pengamanan tempat karantina.

“Setiap Koramil disiapkan setengah kekuatan, sekitar 8 sampai 10 orang untuk kegiatan PAM (pasukan keamanan, red) ruang isolasi atau karantina, cek poin, patroli, penyemprotan dan himbauan. Juga PAM tempat logistik bila disiapkan,” ujarnya saat dikonfirmasi secara terpisah. (cho/saw)