Deretan Mitos Larangan Pernikahan Menurut Adat Jawa

79010

Pasuruan (Wartabromo.com) – Menikah, salah satu impian hampir semua orang. Namun, bagi keturunan Jawa ada beberapa mitos larangan yang harus diperhatikan sebelum melangsungkan pernikahan.

Nah, Wartabromo telah merangkum dari beberapa sumber, mitos-mitos tentang larangan pernikahan. Yuk simak!

1. Menikah di Bulan Muharram

Bulan Muharram, orang Jawa menyebutnya bulan Syuro. Saat bulan Syuro, ada larangan untuk tidak melakukan pernikahan. Pasalnya, bulan Syuro diangap bulan keramat.

Konon, apabila larangan itu dilanggar dapat mendatangkan musibah. Baik bagi pasangan pengantin, maupun bagi kedua keluarga besar.

2. Posisi rumah berhadapan

Selain larangan menikah di bulan tertentu, posisi rumah calon mempelai juga perlu diperhatikan. Mitosnya, jika kedua calon mempelai tetap menikah, dikhawatirkan akan datang berbagai masalah di kehidupan rumah tangga.

Baca Juga :   Masalah Pernikahan

Namun, apabila keduanya tetap ingin menikah, maka salah satu rumah calon mempelai direnovasi hingga posisinya tidak lagi berhadapan. Bisa juga, salah satu calon mempelai “dibuang” dari keluarganya dan diangkat oleh kerabat yang posisi rumahnya tidak berhadapan dengan calon mempelai.

3. Pernikahan siji karo telu (Jilu)

Sebagian besar masyarakat Jawa menilai, pernikahan Jilu yang merupakan pernikahan anak nomor satu dan anak nomor tiga sebaiknya dihindari. Mereka percaya, pernikahan tersebut akan mendatangkan banyak cobaan dan masalah. Mitos ini muncul lantaran perbedaan karakter yang terlalu jauh antara anak pertama dan anak ketiga.

4. Pernikahan siji jejer telu

Berbeda dengan pernikahan Jilu, pernikahan siji jejer telu adalah ketika kedua calon mempelai sama-sama anak nomor 1 dan salah satu orang tua mereka juga anak nomor 1 di keluarganya. Pernikahan ini disarankan untuk dihindari. Apabila pernikahan tetap dilangsungkan, sebagian masyarakat percaya bahwa pernikahan ini akan mendatangkan sial dan malapetaka.

Baca Juga :   Percaya Reinkarnasi? Ini Mitos yang Jadi Tanda Seseorang Pernah Hidup di Masa Lalu

5. Weton Jodoh

Kalau yang satu ini, sepertinya masih berlaku sampai sekarang. Masyarakat Jawa yang akan melangsungkan pernikahan akan melakukan perhitungan weton jodoh.

Weton ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kecocokan pasangan. Apabila cocok, rencana pernikahan akan dilangsungkan. Tetapi apabila wetonnya tidak cocok, maka pernikahan sebaiknya dibatalkan.

Waduh, ada-ada saja ya mitosnya?
Semua dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Selama diniati dengan niat tulus ikhlas dan mempercayakan semua pada Yang Maha Kuasa, pernikahan akan baik-baik saja. (bel/may)