Pemkab Pasuruan Siapkan Tempat Karantina untuk Mereka yang Nekat Mudik

3232
Rumah Singgah di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemerintah menyiapkan tempat isolasi bagi para pemudik yang nekat pulang kampung (pulkam) ke Kabupaten Pasuruan. Tempat untuk mencegah penularan Covid-19 itu berada di sejumlah wilayah.

Juru Bicara Satgas (Satuan Tugas) Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, beberapa tempat alternatif yang dipersiapkan, di antaranya SKB Pandaan (Balai Diklat Pandaan). Kemudian ada Rumah Singgah di Dinas Sosial, UPT LKD (BLK Rejoso), hingga Kantor Kecamatan dan sekolah-sekolah di Kabupaten Pasuruan.

“Kita siapkan tempat-tempat yang bisa digunakan sebagai ruang isolasi. Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa kita pergunakan,” kata Anang, Jumat (10/04/2020).

Dijelaskannya, beberapa alternatif tempat yang dipakai sebagai ruangan isolasi terus digodok. Pemkab Pasuruan masih memastikan tempat-tempat tersebut tidak banyak didatangi warga, sehingga tidak mengganggu jalannya kegiatan karantina para pemudik, sampai akhirnya bisa pulang ke keluarganya masing-masing.

“Ketika proses karantina, hanya ada petugas saja. Tidak boleh ada warga atau masyarakat yang mendekat. Karena dikhawatirkan bisa tertular kalau ada yang membawa virus corona ini,” jelasnya.

Ruangan isolasi ini nantinya diisi oleh petugas medis yang berasal dari Puskesmas kecamatan dan petugas terkait lainnya. Kata Anang, seluruh petugas dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri) dan alat-alat kesehatan khusus penanganan Covid-19. Mulai dari hand sanitizer, cairan disinfektan, hingga pengukur suhu badan.

Sedangkan untuk para pemudik, wajib mengikuti aturan selama isolasi. Pemkab Pasuruan memastikan ketersediaan asupan gizi bagi para pemudik. Baik makanan, minuman hingga vitamin penunjang.

“Yang jelas harus kita back-up, karena kita juga ingin memastikan para pemudik ini dalam kondisi tetap terkontrol. Makanan, minuman, dan vitamin kita penuhi,” terangnya.

Di sisi lain Anang mengatakan, untuk mengetahui gelombang para pemudik, Pemkab Pasuruan membutuhkan kerja sama semua pihak. Mulai dari TNI, POLRI, bahkan ketua RT dan RW untuk melaporkan warganya yang akan kedatangan para pemudik dari luar Kabupaten Pasuruan.

“Peran ketua RT dan RW sangat penting untuk mencari informasi warganya yang akan kedatangan para pemudik. Kalau di stasiun, terminal, Pemkab Pasuruan, petugas medis dengan diback-up TNI dan Polri siap untuk membawa para pemudik ke tempat isolasi,” terangnya. (mil/ono)