Pesan untuk Ketua RT-RW hingga Sinyal DD/ADD Bisa Digunakan Pemdes Cegah Corona

5250
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.
Irsyad Sikapi 3 Pasien Positif Corona

Pasuruan (wartabromo.com) – Satgas (Satuan Tugas) Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mengonfirmasi 3 warga positif corona (Covid-19). Ketiganya, beberapa waktu ini mendapat perawatan di RSUD Bangil dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan, ketiga PDP tersebut dinyatakan positif corona berdasarkan hasil swab yang telah diumumkan oleh Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Jumat (10/04/2020) sore.

Setelah diumumkan, Pemprov Jatim meneruskannya dengan berkirim surat kepada Pemkab Pasuruan agar menindaklanjuti dengan melakukan berbagai langkah kebijakan.

“Dengan ini saya sampaikan bahwa 3 PDP yang dirawat di RSUD Bangil adalah pasien positif corona. Kami mengumumkan ini, setelah diawali pengumuman dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim yang berwenang untuk menyampaikan atau mengeluarkan hasil swab,” kata Irsyad, Jumat (10/04/2020) malam.

Selanjutnya, ditegaskan Irsyad, pihaknya akan melakukan berbagai macam langkah penanganan maupun pencegahan penyebarannya.

Perihal adanya tiga pasien positif corona, Irsyad meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan tidak panik, atau bahkan takut berlebihan. Ia meminta tetap berpikiran positif, karena Covid-19 (coronavirus disease 2019) bisa dikalahkan dengan mengikuti seluruh anjuran dari pemerintah.

Menurutnya, warga harus senantiasa menjalankan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) berupa mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, konsumsi makanan sehat dan bergizi, olahraga, minum air putih 8 gelas sehari, dan istirahat cukup.

Tak hanya itu, Irsyad juga meminta masyarakat terapkan social and physical distancing (jaga jarak dan menghindari keramaian), memakai masker ketika berada di luar rumah serta selalu berada di rumah (stay at home) kecuali untuk keperluan yang bersifat mendesak, seperti kebutuhan pangan dan obat-obatan.

“Seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk tidak panik, tapi kita harus selalu waspada. Karena corona ini virus yang tak terlihat tapi pergerakannya sangat cepat dan bisa menyebar ke mana-mana,” tegasnya.

“Saya mengajak serta seluruh masyarakat desa dan kelurahan, ayo bersama sama sempatkan waktu untuk menyelamatkan kita semua,” ujar Irsyad.

Diungkapkan Irsyad, ajakan itu bukan bermaksud lain, tapi lebih pada saling menjaga keselamatan dan masa depan bersama.

“Saya minta ketua RT, RW, lurah, Kades dan camat untuk saling berkoordinasi seintens mungkin. Kalau ada pergerakan pemudik, langsung tanggap supaya bisa diantisipasi sedini mungkin, itu penting sekali,” kata Irsyad.

Khusus untuk pemerintah desa, Irsyad juga mengharapkan ada langkah dari Kades untuk bisa memanfaatkan anggaran dari dana desa (DD) maupun anggaran dana desa (ADD) ke dalam kegiatan penanganan dan pencegahan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Ayok para Kades saya ajak untuk sama-sama kita bertekad memerangi corona ini sampai tuntas. Termasuk penggunaan ADD dan DD untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di desanya masing-masing,” tukas Irsyad.

Pemkab Pasuruan bersama TNI POLRI dan tenaga medis, dikatakan Irsyad, akan terus berusaha membantu masyarakat tangani corona.

Dalam hal pencegahan maupun penanganan Covid-19, Pemkab Pasuruan bersama TNI dan POLRI dan stakeholder penting lainnya, terus melaksanakan berbagai macam upaya. Mulai dari sosialisasi ke masyarakat, penyemprotan disinfektan secara massal, pembagian hand sanitiser dan masker ke masyarakat.

Selain itu juga telah memberlakukan work from home (bekerja dari rumah) bagi para ASN dan study at home (belajar di rumah) bagi para pelajar di Kabupaten Pasuruan.

Pemberlakukan kawasan physical distancing di sejumlah wilayah juga dilakukan, hingga kesiapan anggaran terhadap dampak terburuk yang berpengaruh pada perekonomian daerah dan masyarakat.

Bahkan, saat ini, Pemkab Pasuruan menurut Irsyad, juga telah menyiapkan banyak tempat yang digunakan sebagai ruang isolasi atau observasi bagi para pemudik yang nekat pulang kampung ke Kabupaten Pasuruan.

Tempat-tempat tersebut meliputi UPT LKD (BLK Rejoso), SKB Pandaan (Badan Diklat Pandaan) hingga kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

Oleh karenanya, peran serta seluruh pihak, mulai dari camat, kepala desa, lurah, hingga ketua RT dan RW dibutuhkan untuk sama-sama membantu pemerintah menyelamatkan masyarakat dari virus corona.

(mil/ono)