Lusa, Karantina Pemudik di Probolinggo Dialihkan ke Desa

1919
Pemudik yang dikarantina di SMPN 1 Besuk berolahraga dipandu anggota Koramil Besuk.

Kraksaan (wartabromo.com) – Gelombang pemudik di Kabupaten Probolinggo membludak. Kondisi itu membuat Satgas Covid-19 akan mengalihkan tempat karantina. dari tingkat kecamatan ke desa.

Hingga Selasa, 14 April 2020 pukul 11.30 WIB, jumlah pemudik yang dikarantina mencapai 464 orang, tersebar di 23 dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Jumlah pemudik terbanyak di Kecamatan Krucil dengan 50 pemudik. Hanya di Kecamatan Sukapura yang tidak tercatat ada pemudik yang dikarantina.
Mayoritas pemudik itu, bekerja di zona merah Covid-19. Seperti Bali, Jawa Tengah, Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan.

“Rata-rata dari zona merah, bahkan TKI dari Malaysia,” ujar Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Untuk mengantisipasi membludaknya pemudik, Pemkab Probolinggo mengambil langkah taktis.

Satgas akan mengalihkan karantina pemudik.
Jika semula berada di tingkat kecamatan, maka per 16 April dialihkan ke tingkat desa. Artinya 325 desa menyiapkan tempat karantina bagi warganya yang mudik.

“Mulai besok Rabu, Satgas kecamatan tidak menerima pemudik. Dan pada Kamis, karantina di tingkat kecamatan dikosongkan, dialihkan ke desa. Semua desa sudah siap,” ungkap Kepala Bakesbangpol itu.

Pemkab Probolinggo memberlakukan program isolasi bagi para pemudik sejak Minggu, 5 April. Kemudian Kabupaten Probolinggo ditetapkan menjadi zona merah sejak Jumat, 10 April. Isolasi pemudik merupakan salah satu ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (cho/saw)