Tempat Karantina Mal Poncol Belum Final, Teno: Akan Kita Kaji

915
Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemkot Pasuruan masih akan mengkaji lokasi tempat karantina untuk pemudik yang masuk Kota Pasuruan. Pemilihan bekas Mal Poncol sebagai tempat karantina dikatakan masih belum final.

Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengatakan, masih ada beberapa tempat yang dijadikan opsi lain oleh Pemkot untuk dijadikan tempat karantina pemudik.

“Masih akan kita kaji dan akan kita bicarakan dengan Satgas Covid-19,” ujar Teno saat ditemui WartaBromo, Selasa (14/04/2020).

Sebelumnya, Teno bersama beberapa pejabat Pemkot sudah melakukan survei di bekas Mal Poncol. Rencananya bekas Mal yang lama mangkrak itu nantinya akan dijadikan sebagai lokasi pusat karantina di antara shelter-shelter yang ada di 4 kecamatan.

Sementara itu, terpisah, rencana Pemkot akan menggunakan bekas Mal Poncol sebagai tempat karantina pemudik mendapat tanggapan dari DPRD.

Ketua Komisi III Ismu Hardiyanto menegaskan, pihaknya meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali pemilihan bekas Mal Poncol sebagai tempat karantina pemudik.

“Ada usulan-usulan untuk mempertimbangkan kembali. Coba dikomparasi dengan, misalkan, kita menggunakan gedung kesenian,” ujar Ismu.

Menurut Ismu, pertimbangannya Gedung Kesenian kondisinya lebih bagus, fasilitas juga lebih memungkinkan, dan privasi bagi seseorang yang dikarantina juga lebih terjamin.

Sekadar diketahui, berdasar perhitungan Pemkot, Mal Poncol dapat menampung kisaran 120 orang. Sementara untuk penggunaan, lantai Mal Poncol yang digunakan hanya lantai satu, karena kondisi lantai dua tidak memungkinkan dimanfaatkan untuk karantina. (tof/ono)